oleh

Jeffri Utomo Gunawan, ”Dokter” Bedah Plastik Arwana

Pencinta arwana selalu berusaha agar ikan kesayangannya tampil cantik, anggun, dan yang terpenting sehat. Seiring perkembangan ilmu, berbagai solusi ditemukan. Sampai muncullah ’’dokter arwana’’ yang siap mencarikan solusinya. Salah satunya, Jeffri Utomo Gunawan.

PRIA 45 tahun itu begitu bersemangat menunjukkan proses operasi mata turun atau drop eye yang sudah sering dilakukannya. Sembari memperlihatkan slide demi slide foto dari ponselnya, Jeffri mengisahkan awal dirinya kembali terjun ke dunia ikan hias lima tahun lalu. Dalam perjalanannya, dia bertemu sesama penghobi asal Jogjakarta di Pontianak, Kalimantan Barat. Pertemuan itu membuatnya tersadar bahwa menjadi penghobi membutuhkan totalitas.

’’Setelah belajar, saya jadi tahu kita bisa mengobati drop eye sekaligus memermak ikan,’’ ungkap pria asal Pacar Kembang itu. Dia pun memutuskan mendalami ilmu operasi mata arwana. Dia juga belajar menghilangkan jamur pada sisik dan mengubah bibir cakil (bibir bawah) yang awalnya lebih panjang daripada bibir atas menjadi normal.

Dia mengatakan, untuk mempelajarinya, dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Bahkan harus melihat prosesnya secara intens dan bertahap secara berulang-ulang agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berujung fatal. Untuk mendukungnya, Jeffri rela mendatangkan beberapa alat khusus dari luar negeri.

Pasien pertamanya adalah arwananya sendiri. Saat itu kebetulan super red miliknya mengalami drop eye. Namun, pada usaha pertamanya itu, dia gagal. Ikan miliknya tersebut malah buta. Menurut Jeffri, faktor krusial pascaoperasi adalah kualitas air. Dalam bahasa Jeffri, yang perlu dipelihara lebih serius itu justru airnya, bukan ikannya.

Seiring dengan bertambahnya jam terbang, kini penghobi yang bisa dijumpai di Instagram Jeffri Arowana Arwana Surabaya itu tidak hanya lihai mengoperasi drop eye, tapi juga memperbaiki insang lipat, sisik keropos akibat jamur, pijat dayung, sirip ekor layar yang patah, hingga mulut cakil. ’’Secara fengsui, arwana yang bibirnya cakil itu tidak bagus untuk rezeki,’’ selorohnya, lantas terbahak. ’’Iya kan kalau dijual murah,’’ ujarnya buru-buru menambahkan.

Ada prosedur khusus yang wajib dilalui sebelum mengoperasi arwana. Seperti pada manusia, setiap dokter bedah perlu mempersiapkan kondisi pasien. Pada ikan, yang wajib dilakukan adalah water change (WC) rutin dan puasa. Prosedur itu berbeda-beda menyesuaikan ukuran ikan. Misalnya, ikan di bawah ukuran 25 sentimeter harus puasa enam hari dan minimal WC dua kali setiap tiga hari.

Komentar

Berita Lainnya