oleh

Jelang Lebaran Gas Melon Langka Lagi

MURATARA – Jelang Perayaan idul Qurban 2020, keberadaan gas LPG 3 Kg, di wilayah Muratara langka kembali. Sejumlah pedagang tingkat eceran mengaku, akibat kelangkaan itu, harga gas Lpg 3 Kg mulai alami kenaikan.

Kelangkaan gas Lpg 3 Kg, menjelang moment tertentu sudah tidak asing lagi bagi warga di Muratara. Dampaknya, karena kebutuhan mendesak, warga mau tidak mau membeli gas melon itu dengan harga tinggi.

Eli warga Desa Noman Baru, kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, menuturkan akhir akhir ini warga sulit mendapatkan stok gas LPG tabung 3 Kg. Hampir merata stok gas melon itu sulit di temui di warung warung di sekitar desa.

“Idak tahu sekarang sulit dapat gas LPG 3 Kg, banyak stok di warung warung kosong. Kato pedagang stok barang idak masuk masuk selama seminggu ini,” katanya, Rabu (29/7).

Dampaknya, harga gas LpG yang tadinya berkisar Rp25 ribu/tabung melonjak mrnjadi Rp27 ribu/tabung. Warga mengaku, kenaikan harga gs LPG itu selalu terulang di setiap hari hari besar seperti lebaran, natal dan tahun baru. “Mungkin ado yang nimbun gas, jatah di Muratara di lempar ke Linggau. Idak mungkin di Muratara langka di Lubuklinggau idak langka, kalau idak katek permainan pasti ado yang nimbun,” timpalnya.

Sementara itu, zakaria pedagang yang sempat di bincangi. Mengaku kelangkaan gas LPG memang terjadi di tingkat pengepul, biasanya dalam satu minggu pengepul langsung melakukan pengecekan dan menambah stok bagi pedagang. “Tapi sudah satu minggu ini kosong, banyak yang nanyo ngapo kosong nah kito idak tau jugo,” timpalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Muratara, Samsu Anwar menuturkan pihaknya belum mendapatkan informasi kelangkaan gas LPG 3 Kg tersebut.

Dia mengomentari, khususnya jalur perdagangan di wilayah Muratara memang saat ini masih sangat mengandalkan produk-produk dari luar daerah. Sampai saat ini di wilayah Muratara, memang masih sangat sedikit di dapati agen-agen sekala besar.

“Kita belum tahu mengenai informasi itu, tapi memang di wilayah kita belum ada agen-agen besar. Untuk ke wilayah Muratara, pedagang bisasanya mengambil barang dari kota Lubuklinggau dan menjualnya di desa-desa, mungkin karena tambahan kos angkutan harga barang jadi lebih mahal dari daerah lain,” bebernya.

Pihaknya menegaskan, akan melakukan pengecekan khususnya terkait kelangkaan gas LPG tersebut.”kita akan cek dulu informasinya bagaimana, kita berharap kondisi seperti itu cepat teratasi,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya