oleh

Jelang Nyepi, Ibu Kota Muratara Sepi Aktivitas

MURATARAJelang perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Aktivitas di wilayah ibu kota Kabupaten Muratara, terlihat lebih lengang. Kamis (7/3) sekitar pukul 11.40 WIB, sejumlah jalan permukiman maupun jalan protokol di wilayah ini sepi dari aktivitas. Dan hanya didapati sejumlah warga yang melintas.

Uci (20) warga Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, mengatakan. Sepinya aktivitas di ibu kota Kabupaten Muratara. Bukan secara keseluruhan dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat beragama Hindu di ibu kota Muratara.Namun sepinya aktivitas warga merupakan dampak dari libur nasional yang ditetapkan Pemerintah.

“Di wilayah ibu kota kito ini, memang aktivitas lebih banyak dipengaruhi keberadaan pegawai. Kalau pegawai tidak libur tentu ramai. Tapi kalau ‎libur nasional seperti sekarang tentu sepi aktivitas,” katanya, hari ini.

Dia mengatakan, keberadaan umat Hindu di wilayah Ibu Kota Kabupaten Muratara masih sangat sedikit. Namun komunitas masyarakat Hindu lebih banyak didapati di pinggiran wilayah Muratara. Seperti di wilayah Kecamatan Nibung.

“Kalau di Nibung 30-40 persen masyarakat beragama Hindu. Soalnya di sana banyak warga trans dari Provinsi Bali yang menetap menjadi warga Muratara,” ucapnya.

Kondisi sepinya aktivitas di pusat ibu kota Muratara, menurut warga selalu terjadi saat akhir pekan dan libur nasional. Rata-rata pegawai yang bekerja di Pemerintahan Muratara, pulang ke kota Lubuklinggau. Atau menghabiskan akhir pekan bersama keluarga mereka di luar daerah.

“Muratara ini tempat nyari duit bae. Tapi kalau ngabiske duit di luar daerah. Kita minta Pemerintah Daerah memberikan kebijakan yang pro rakyat. Seperti seluruh pegawai harus menetap di wilayah Muratara,” ucapnya.

Sepinya aktivitas saat hari libur ternyata sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Muratara. Seperti yang di ungkapkan Maryam salah satu pedagang di Pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit. Dia mengatakan, selain perekonomian di wilayah Muratara dipengaruhi oleh faktor naik dan turunya komoditas utama seperti karet. Perputaran ekonomi juga dipengaruhi oleh keberadaan para pegawai.

“Kalau hari libur ya pasar juga ikut sepi. Yang belanja di wilayah kita memang banyak pegawai yang kerja di Pemda. Karena mereka memiliki penghasilan tetap,”ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya