oleh

Jelang Panen Raya, Harapkan Harga Kopi Tidak Anjlok

LAHAT – Beberapa harga komoditi andalan Sumatera Selatan saat ini mulah jatuh. Seperti getah karet di Kabupaten Lahat berkisar harga Rp4000 perkg. Diharapkan harga kopi tetap stabil dan justru bisa naik.

Jangan sampai ada tengkulak yang memanfaatkan momen wabah covid19. Sehingga harga biji kopi anjlok, namun bisa sebaliknya tetap membeli biji kopi dengan harga yang bisa membantu perekonomian masyarakat.

Ketua DPRD Lahat Fitrizal Chomizi mengungkapkan agar instansi terkait dapat membantu petani kopi di Lahat nantinya. Agar harga jangan sampai anjlok dengan mengawasi penjualan kopi di lapangan atau pola – pola lainnya sehingga kopi petani bisa terserap.

Harapannya harga kopi tidak jatuh malah sebaliknya bisa naik. Lantaran seperti diketahui petani kopi di Kabupaten Lahat cukup banyak, ditambah lagi hasil panen kopi merupakan tahunan dan sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari penjualan kopi ini.

Untuk itu, kalau pun harga kopi anjlok masyarakat dapat menjual kopi seperlunya saja untuk kebutuhan. “Apalagi kopi masih bisa disimpan dalam waktu yang lama, jadi bisa dijual seperlunya saja. Kita harapkan jangan sampai harga kopi malah anjlok nantinya,” ungkap Fitrizal.

Yogi, petani kopi asal Jarai mengungkapkan bahwa tahun lalu harga kopi berkisar antara Rp16ribu-Rp20ribu untuk kualitas pelangi dan tergantung kebersihan. Sementara untuk peting merah bisa berkisar Rp30ribu- Rp40ribu tergantung pengolahan dna kebersihan. “Harapannya saat panen nanti jangan turun drastis harga kopi. Karena bisa menyengsarakan petani kopi,” ungkapnya.

Sementara Kadis Perdagangan Fikriansyah SE menambahkan bahwa pihaknya belum bisa memprediksi seperti apa harga kopi nantinya karena tergantung permintaan pasar. Setidaknya menghimbau agar tengkulak jangan sampai memanfaatkan momen wabah covid19 sehingga membeli biji kopi dengan harga yang murah dengan petani.

Sementara Awan, salah satu petani mengungkapkan agar harga kopi tidak turun malah bisa naik. Karena bila berkaca pada tahun 90an saat krisis moneter dan dolar naik, harga kopi justru naik. Namun tidak tahu saat ini apakah harga kopi naik atau turun. “Karena katanya dolar naik jadi siapa tahu harga kopi juga naik,” harapnya.

Lalu salah pelaku usaha kedai kopi, Hendri menambahkan bahwa saat ini penjualan kopi juga menurun. Lantaran konsep kedai kopi ialah nongkrong. Sementara untuk berkumpul, memang tidak dianjurkan guna mencegah penyebaran virus covid19. “Jadi jualan kopi agak sepi dan stok kopi juga masih banyak. Sehingga untuk membeli kopi ke petani dalam jumlah besar juga belum bisa dilakukan,” tambahnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya