oleh

Jelang Pemilihan Ketum PSSI Palembang : Praktisi Punya Nilai Lebih Dibanding Birokrat

Sumeks.co – Jelang pemilihan Ketum PSSI Palembang yang akan berlangsung nanti malam, muncul satu sosok muda yang peduli dengan perkembangan sepakbola kota Palembang yang akan maju sebagai calon Ketua Umum.

Dia adalah Muhammad Arriffaat yang telah malang melintang di kancah sepakbola Palembang dan Sumsel. Yang terakhir kali berhasil membawa PS Palembang keluar sebagai runner up di kompetisi regional Liga 3 pada 2019 lalu.

“Saya pribadi bertekad untuk memperkuat sepakbola di kota Palembang dengan melibatkan stakeholder, swasta dan asosiasi. Yang terpenting lagi adalah pemibinaan usia dini agar mimpi kita semua untuk mengembalikan kejayaan PS Palembang bisa terwujud,”jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kiki ini menilai sepakbola Palembang seperti mati suri beberapa tahun ke belakang. Padahal, banyak potensi yang bisa digerakkan. Oleh sebab itu, yang diperlukan adalah sinergitas dan loyalitas untuk membangun iklim sepakbola di kota Palembang.

“Kita punya kemampuan dan sumber daya yang belum dimaksimalkan. Apalagi saat ini telah memasuki era industri sepakbola, saya bertekad untuk memaksimalkan semuanya itu. Mohon dukungannya,”ujar Kiki.

Sidratul Muntaha

Di tempat terpisah, wartawan olahraga senior Palembang, Sidratul Muntaha menilai munculnya Kiki dalam bursa persaingan menuju Ketum PS Palembang akan menjadi pilihan bagi voters. Apabila dibandingkan dengan nama yang muncul seperti Sekda Palembang Ratu Dewa dan Asisten II Setda Palembang Ansyori yang digadang maju, sosok Kiki menurutnya punya kelebihan.

“Sebagai praktisi di sepakbola tentu nantinya akan mudah berkomunikasi dengan stakeholder dan memahami betul apa yang dibutuhkan oleh Sepakbola Palembang untuk maju,”kata Sidra.

Lain halnya dengan birokrat yang selama ini muncul sebagai Ketua Induk Organisasi Olahraga hanya sebagai simbol. “Mereka sulit membagi waktu antara kesibukan birokrasi dengan mengurusi olahraga dan apalagi sepakbola Palembang saat ini tidak cukup hanya sebatas niat atau dorongan dari kepentingan,”tegasnya.

Justru Sidra menilai kota Palembang harus kembali lagi sebagai basis utama sepakbola dengan menujukkan eksistensinya. Adanya Sriwijaya FC dan Muba Babel United yang saat ini berkompetisi secara nasional, harus menjadi tolok ukur bagi Ketua Umum PSSI Palembang kedepan.

“Harus punya target terukur dengan perencanaan yang baik. Bagaimana semua sinergi, tidak hanya dengan kekuatan sebagai birokrat. Tetapi ada pembenahan agar sepakbola kota Palembang minimal bisa bersaing di tingkat Sumsel lebih dulu. Baru kemudian setelah berbenah kita bicara tingkat yang lebih tinggi,”jelasnya. (aja)

Komentar

Berita Lainnya