oleh

Jelang Pemilu, Harga Karet Kembali Turun

PALI – Keceriaan petani karet Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan harapan membaiknya perekonomian mereka rupanya kembali sirna. Pasalnya harga getah karet yang menjadi andalan penghidupan petani kembali turun. Setelah beberapa minggu merayap naik, dan sempat menembus angka Rp8000 perkilogramnya.

Tetapi kali ini, harga getah karet kualitas mingguan mendadak menurun drastis. Dan dari pantauan dilapangan, harganya di Pasar Getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi hanya dikisaran angka Rp7000 perkilogramnya.

“Prediksi kami memang tidak lama harga getah naik. Karena sudah berulang kali kondisi ini terjadi. Jadi petani seperti kami ini sudah biasa pak,” ujar Hadi (43), Petani asal Desa Persiapan Jerambah Besi, Selasa (9/4).

Namun, penurunan harga getah karet saat ini berbarengan dengan musim gugur. Dan cuaca cukup terik membuat produksi getah jauh menurun. “Sudah harga turun, produksi getah juga anjlok lantaran cuaca yang cukup panas. Berimbas daun pohon karet banyak yang gugur,” tambahnya.

Senada dikatakan Yadi (31), salah petani lainnya yang mengatakan. Bahwa jelang Pemilu 17 April ini petani karet sangat bergantung pada pemimpin yang terpilih nantinya.

“Siapapun yang duduk nantinya baik itu dikursi legislatif atau jadi presiden. Kami berharap bisa memikirkan nasib petani karet. Karena kami hidup dari getah hasil dari yang kami sadap setiap hari. Jadi kalau ingin petani karet sejahtera, naikan dan stabilkan harga karet,” pintanya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya