oleh

Jelang Pemilu, Ketua DPRD Diserang Kampanye Hitam

MURATARA-Maraknya propaganda dan ujaran kebencian menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2019. Membuat ketua DPRD Muratara, Efriyansah angkat bicara. Dia mengaku berang karena menjadi korban politik hitam. Dan berniat melaporkan kasus itu secara resmi ke Polri dan Bawaslu Muratara.

Sejumlah akun yang termonitor di media Fecebook seperti akun Indri Febrianti dan Habibi Frakazz mandi Uap. Secara terang terangan menyerang pribadi serta institusi partai Gerindra Kabupaten Muratara. Yang digawangi Efriyansah yang saat ini menjabat selaku ketua DPRD Muratara.

Kedua akun tersebut, menuding jika ketua DPRD Muratara, sekaligus Caleg dari Partai Gerindra. Merupakan sosok yang hobi korupsi, dan menghabiskan uang negara untuk main perempuan dan sering menyebar berita hoax. Efriansyah saat di konfirmasi, mengaku berang dan akan melaporkan akun itu ke pihak kepolisian serta Bawaslu Muratara.

“Kami masih melacak akun facebook yang sengaja menyerang dan memfitnah saya pribadi maupun partai Gerindra. Dengan kata- kata yang tidak beretika. Saya sekarang lagi di Jakarta, setelah pulang nanti akan saya laporkan ke Polres dan Bawaslu,” katanya, hari ini (13/3).

Dia mengungkapkan, sudah mengumpulkan beragam bukti. Seperti postingan maupun sejumlah komentar kedua akun tersebut.  Yang mengajak masyarakat khususnya di Muratara, agar tidak lagi memilih Caleg dari partai Gerindra tersebut.

‎”Jelas ini termasuk pencemaran nama baik sekaligus kampanye hitam melalui media sosial. Dia meminta ke seluruh pihak, maupun lawan politiknya untuk bermain bersih dan sportif. Karena Pemilu merupakan pesta demokrasi dan seluruh warga berhak menentukan pilihan masing-masing,” katanya.

” Ini jelas ada unsur kampanye hitam. Kalau mau bertarung harusnya secara positif jangan saling menjatuhkan. Kader Gerindra tidak pernah menjatuhkan atau berbuat buruk kepada Caleg lain. Kami didik dengan baik dan tidak saling menghujat,”ujarnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya