oleh

Jelang Puasa, Mawardi Yahya Minta Kepala Daerah Cek Ketersediaan Sembako

SUMEKS.CO – Di tengah merebaknya isu  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta dalam rangka menyambut tibanya Ramadan, Wakil Gubernur Sumsel  H Mawardi Yahya, meminta instansi terkait yang ada di 17 Kabupaten/Kota supaya mengecek ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) di daerahnya masing-masing.

“Rapat perdagangan ditahun ini sangat menjadi perhatian, apalagi di tengah musibah Covid-19 dan menyambut bulan Ramadan. Jadi rapat perdagangan kali ini tidak hanya tertuju pada tahun 2021 akan tetapi ditahun 2020 ini sangat menjadi perhatian kita semua,” kata Mawardi Yahya saat memimpin Rapat Koordinasi Penyusunan Program/Kegiatan Bidang Perdagangan se-Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja Sumsel, Selasa (24/3).

Ketersedian bahan pokok, lanjut Mawardi, menjadi tanggungjawab bersama apalagi aktifitas masyarakat dalam situasi Covid-19 menimbulkan penghambatan.

“Pasokan bahan pokok ini tanggungjawab bersama, karena masyarakat dianjurkan mengurangi aktifitas, tidak lain untuk keselamatan masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Dijelaskan Mawardi, kalau kebutuhan pokoknya terpenuhi pasti masyarakat akan merasa tenang. Begitu juga, dia mengharapkan, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten/Kota untuk dapat terus dikontrol sehingga kebutuhan bahan pokok tidak mengalami kelangkaan. Disini juga ada peranan penting dari pihak Bulog dalam penyiapan stok beras agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.

“Saya mengaharapkan bantuan kepada seluruh Dinas terkait baik Provinsi, Kabupaten/Kota agar lebih responsif di dalam mengawasi kebutuhan bahan pokok. Bagaimana agar kebutuhan di daerah Sumsel jangan menjadi masalah,” tutupnya.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan Syaputra mengatakan, sasaran dari pelaksanaan rakor ini adalah terlaksananya koordinasi dan sinkronisasi barang pokok dan tentang penting serta perencanaan usulan program kegiatan tahun 2021 antara Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel dengan Dinas perdagangan di 17 Kabupaten/Kota.

“Perencanaan ini sangat penting sebagai upaya antisipasi jangan sampai ada daerah yang tidak siap dalam menghadapi kebutuhan masyarakat terutama saat bulan suci Ramadan mendatang,” tandasnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya