oleh

Jelang Putusan, Muratara Sepi aktivitas

MURATARA – Menjelang putusan sela sengketa Pilkada di Mahkama Konsitusi (MK), kondisi kabupaten Muratara, sepi aktivitas. Sejumlah pihak mengimbau agar masyarakat Muratara, maupun simpatisan Paslon agar tetap tenang dan menyerahkan segala putusan Pilkada ke Mahkama Konsitusi.

Selasa (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB, tidak ada denyut aktivitas mendominasi di sepanjang Jalinsum, persisnya di ibu kota Kabupaten Muratara. Pasalnya, masih banyak warga maupun pegawai pemerintahan yang menunggu hasil putusan final Pilkada.

Sudar warga Kecamatan Rupit, kabupaten Muratara menuturkan, sepinya aktivitas di pusat pemerintahan seperti sudah menjadi fenomena tersendiri.

“Mayoritas ramainya Muratara ini karena ada pegawai, kalau tidak ada pegawai otomatis sepi. Sekarang minim kegiatan, dan banyak pegawai juga tidak beraktivitas karena masih menunggu hasil final Pilkada,” katanya. Menurutnya, isu keterlibatan pegawai Pemerintah Daerah dalam Politik praktis, sudah menjadi rahasia umum.

Bahkan tidak jarang sejumlah oknum tertentu, berinvestasi dengan adanya Politik Daerah untuk mencapai posisi tertentu. “Mayoritas ya infonya begitu, kalau tidak investasi politik tetunya akan tertinggal. Sekarang belum ada putusan final, jadi banyak pegawai yang lesu,” ucapnya.

Dia memprediksi aktivitas di pusat ibu kota kabupaten Muratara, akan mulai normal lagi usai adanya putusan sengketa Pilkada dari MK. “Sekarang masih sepi, karena pegawai jugo nunggu pemimpin baru yang bakal dilantik,” ujarnya.

Sementara itu, ketua KPUD Muratara Agus Mardiyanto mengatakan, saat ini kondisi sepinya aktivitas juga di rasakan di KPUD Muratara. Karena mereka juga masih menunggu hasil putusan sidang MK.

“Untuk sidang putusan sela di Jadwal sekitar 15-16 Febuari. Kami di KPUD juga tidak ada agenda lagi, selain menunggu putusan MK,” katanya.

Pihaknya mengimbau, ke seluruh simpatisan Paslon maupun masyarakat Muratara, agar tetap tenang dan tetap menjaga kondusifitas daerah. “KPU berharap masyarakat dapat sabar menunggu putusan MK. Dan terus merawat rasa persaudaraan antar sesama,” ucapnya.

Sebelumnya, Ny Lia Mustika selaku, juru Kampanye Paslon 03 H Syarif Hidayat-Surian Sopyan, menegaskan Pilkada sudah usai. Sudah tidak ada lagi persaingan politik perebutan suara, maupun tanding visi misi.

Pihaknya mengaku sudah menggunakan jalur konsitusi yang sudah disediakan bagi Paslon yang menganggap adanya hal yang merugikan dan lainnya. “Saya minta semuanya menyerahkan pada putusan MK, apapun hasilnya  itu yang terbaik bagi masyarakat Muratara. Jangan ada lagi situasi mencekam, Pilkada sudah usai,” ucapnya.

Dia meminta semua pihak agar kembali rukun dan tetap menjaga persatuan untuk memajukan Kabupaten Muratara. “Jabatan, kedudukan itu hanya sementara, tidak ada yang abadi. Jadi mari sama sama kita jaga Muratara,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya