oleh

Jelang Tahun Baru Harga Terlur Naik Lagi

MURATARA – Jelang tahun baru 2020, harga telur ayam mendadak melambung tinggi di pasaran. Pedagang di pasar lawang agung, kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengatakan kenaikan harga telur di pengaruhi musim penghujan.

Mariam pedagang di pasar lawang agung, kelurahan Rupit, Muratara mengatakan, Jumat (27/12) harga telur ayam langsung naik di posisi Rp48 ribu/karpet dari harga seeblumnya Rp44 ribu/ karpet. Harga itu baru berlaku hari ini, setelah satu minggu sebelumnya harga telur naik dari Rp35 ribu/Karpet menjadi Rp44 ribu/karpet.

“Telur ayam banyak masuk dari Padang-Medan, jarang ado telur ayam dari wilyah lokal. Informasinyo banyak ayam petelur mati saat musim penghujan karena sakit. Adi harga telur mendadak tinggi menjelang tahun baru,” katanya. Dia memprediksi kenaikan harga telur akan terus meningkat seperti tahun sebelumnnya, harga telur menembus Rp60-80 ribu/karpet.

Pedagang mengaku banyak mendapat keluhan dari pembeli, mengenai kenaikan harga telur ayam tersebut. Pasalnya, kebutuhan konsumsi telur ayam memang tengah meningkat menjelang tahun baru. “kami pedagang idak menaikan hargo kalau dari petani idak naikan hargo, sekarang stok telur juga sedang kosong banyak wilayah kota besar yang meminta juga,” bebernya.

Mariam mengaku kondisi harga telur kemungkinan akan stabil setelah melewati perayaan tahun baru. “mudah mudahan abis tahun baru turun, kalu idak turun biso jadi naek lagi soalnyo musim hujan informasinyo sampai februari,” timpalnya.

Ros warga yang melakukan transaksi di pasar lawang agung mengatakan, kondisi sejumlah harga barang pokok rata-rata alami kenaikan. Seperti harga daging ayam naik dari Rp30 ribu/kg menjadi Rp35 ribu/kg, bawang Naik dari Rp 30 ribu dari harga Rp25 ribu/kg, cabai naik dari Rp35 ribu/kg menjadi Rp40 ribu/Kg , Ikan nila naik dari harga Rp27ribu/kg menjadi Rp30ribu/kilo, ikan Patin naik dari Rp18ribu/Kg menjadi Rp 20ribu/Kg.

Telur dari Rp44 ribu/ karepet menjadi Rp48 ribu/karpet, minyak sayur dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu, gula pasir dari Rp10 ribu/kg menjadi Rp6200/ Kg, beras Ir dari Rp105 ribu/karung, naik menjadi Rp110 ribu/karung, harga daging sapi naik dari Rp110 ribu/kg menjadi Rp120 ribu/kg.

“Sekarang harga serba naik galo, susah masyarakat. Untunglah harga karet sekarang lagi tinggi jadi masih bisa belanja,” keluhnya. Merespon kenaikan sejumlah harga, dinas perindustrian dan perdagangan pasar (Disperindagkop) langsung melakukan inspeksi mendadak kesejumlah pasar tradisional. Kadisperindagkop Muratara, H Samsu Anwar membenarkan adanya sejumlah kenaikan harga.

Pihaknya mengomentari, kenaikan itu terjadi akibat sejumlah momen besar yang berdekatan seperti natal dan tahun baru. ,”kita tetap monitor dan sudah melakukan sidak, kemungkinan setelah warga melaksanakan tahin baru harga sudah stabil lagi,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya