oleh

Jemput Pacar di Rumah, Diajak Jalan, Eh! Malah Ditiduri

SUMEKS.CO – Perbuatan cabul yang dilakukan AB (21), warga Desa Darmo, kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, kepada remaja putri bernisial  TA (15), warga Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim akhirnya berakhir di jeruji besi.

Pelaku diamankan tim Lebah Polsek Tanjung Agung, Jumat (15/11) untuk mempertanggung jawabkan perbuatan cabulnya mengakibatkan korban mengalami hamil 3 bulan.

Peristiwa pencabulan itu dilalukan pelaku kepada korban tanggal 4 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di jalan Lingkar Desa Tanjung Agung, kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Tanjug Agung.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang dikenakan pada saat terjadi aksi pencabulan tersebut.

Kejadian itu bermula saat pelaku menjemput  korban di rumahnya.

Pelaku mengajak korban jalan-jalan mengendarai sepeda motor ke Jalan Lingkar Desa Tanjung Agung.

Diduga pada saat di jalan lingkar yang  dalam keadaan sepi itu, pelaku merayu korban untuk berhubungan badan.
Diduga korban tak kuasa menolak ajakan pelaku, hingga pencabulan itu terjadi.

Usai kejadian itu, ternyata korban mengalami hamil 3 bulan.

Kejadian itu diceritakan korban kepada keluarganya. Mendengar pengakuan korban, membuat keluarganya tidak terima dan mengadukan pelaku ke Polsek Tanjung Agung dengan nomor LP-B/22/XI/2019/SS/Res.ME/Sek Tj. Agung tanggal 12 November 2019.

Menindak lanjuti pengaduan itu, tim Lebak Polsek Tanjung Agung melakukan penyelidikan keberadaan pelaku.

Petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di rumahnya.

Akhirnya petugas berhasil meringkus pelaku di rumahnya tanpa ada perlawanan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanjung Agung, AKP M Arif Mansyur, ketika dikonfirmasi, Jumat (15/11) membenarkan kejadian itu.

“Pelaku bersama barang buktinya telah kita amankan untuk menjalani proses hukum.

Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016, tentang perubahan ke 2 atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” jelasnya. (ozi)

 

Komentar

Berita Lainnya