oleh

Jhon Haris Pakai Baju 3 Lapis untuk Kabur, Senjatanya Bubuk Cabai!

LUBUKLINGGAU – Jhon Haris (44), tersangka perampokan pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dikenal sadis diringkus tim macan Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Tersangka dibekuk kelang setengah jam usai melakukan aksi jelang maghrib di daerah Siring Agung, Lingkar Utara, Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Kamis (25/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasusnya dirilis di Polres Lubuklinggau hari ini, Selasa (30/9/2020).

Warga Jl Ramayana, Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II itu dibekuk tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Diketahui dalam aksinya itu, tersangka mengenakan baju berlapis-lapis agar ciri-cirinya tidak diketahui saksi dan Polisi.

Namun dilokasi kejadian kebetulan tim macan Linggau tengah melakukan patroli yang melihat dan mengetahui ciri-ciri dari tersangka.

“Dia ini residivis. Karena sebelumnya pernah melakukan hal yang sama didaerah Selatan juga. Pelaku ini adalah residivis kambuhan. Pernah melakukan hal yang sama dan baru keluar 2019 yang lalu. Sama merampok juga,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan.

Perampokan sadis yang dilakukan tersangka Jhon diketahui dilakukan terhadap korbannya yakni Muhamad Syukur, sales PT SIP yang bergerak dibidang minyak goreng.

Bermula tersangka Jhon dari simpang RCA menyetop pengendara ojek minta diantar ke daerah Siring Agung. Sesampai di daerah itu, tiba-tiba tersangka menendang korban yang mengendarai motor Honda Revo BG 2254 HS.

“Tersangka memberitahukan si driver ojek dengan berkata “Pak susul motor itu”.

Jadi disusul. Kan tukang ojek nurut saja, dia tidak tahu kalau niat tersangka ini sudah lain. Dicoba disusul, kemudian sesampai disana, tiba-tiba tersangka langsung nendang. Kebetulan daerahnya memang daerah sepi. Karena sudah menjelang maghrib,” ujarnya.

Kemudian setelah korban ditendang, tersangka melemparkan bubuk. Diketahui bubuk itu diracik tersangka dengan tujuan untuk melumpuhkan korban. Bubuk itu diracik dengan campuran pasir dan cabai atau merica.

“Disiram kearah mata. Sehingga korban tidak bisa melihat, tersangka dapat melancarkan aksinya,” ungkap Alex.

Akibat ditendang tersangka, korban bersama dengan motornya jatuh. Dan saat itu korban tengah membawa tas yang biasa dipakainya sehari-hari untuk mengambil uang tagihan.

“Saat itu saudara Syukur terjatuh dan mencoba mempertahankan tas. Sebab tas itu berisi uang tagihan pada hari itu sekitar Rp5 juta, uang hasil tagihan,” timpalnya.

Melihat korban mencoba mempertahankan tas, tersangka mengeluarkan pisau jenis kater yang sudah dipersiapkannya sebelum beraksi.

“Dengan kater inilah menyerang korban secara membabi buta. Korban sempat menangkis. Sehingga dibagian tangan sebalah kiri mengalami luka sobek hingga urat arterinya putus sampai ketulang,” bebernya.

Selain itu, korban juga alami luka menganga dengan panjang sekitar 32 cm melintang di dada dari atas kebawah hingga terlihat bagian tulang akibat hujaman pisau cutter.

Lalu alami luka-luka lain disekitar tangan dan sekitar sekujur kepala. Korban akibat kejadian itu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Ar Bunda Kota Lubuklinggau.

“Jadi korban melawan dengan tujuan mempertahankan tas. Karena tersangka mencoba merebut tas, sudah putus disayat dengan pakai kater oleh tersangka. Tapi masih bisa dipertahankan oleh korban,” jelasnya.

Saat bersamaan dengan kejadian tersebut, tim opsnal macan linggau Satreskrim Polres Lubuklinggau sedang melakukan patroli hunting disekitaran beberapa TKP yang memang dianggap rawan terjadi tindak pidana.

“Jadi ada regu satu kemarin didaerah sana mendapatkan informasi, kebetulan memang berada disekitar situ, kita langsung menuju ke TKP (tempat kejadian perkara),” katanya.

Setelah mendapatkan informasi dilapangan, anggota langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka. “Alhamulillah tidak jauh dari sana didaerah lingkar utara, pelaku berhasil kita amankan. Pelaku ini sudah memakai baju tiga lapis. Jadi sudah direncanakan dengan matang dengan tujuan mengganti baju sehingga ciri-cirinya tidak diketahui saksi mata disitu, dapat dikelabui,” ujarnya.

Lebih lanjut, kepada Polisi tersangka mengaku melakukan aksinya tersebut karena sedang pusing untuk butuh uang.

“Pelaku ini lagi pusing gak ada duit. Jadi dengan tujuan tadi, dia kedaerah siring agung tujuannya yaitu sebenarnya sudah dipersiapkan. Tapi korbannya siapa, acak. Siapa yang kira-kira rentan didaerah yang sepi, maka itulah yang ditarget menjadi korban,” terangnya.

Sedangkan untuk tukang ojek yang mengantar tersangka, Polisi sudah melakukan pemanggilan.

“Sudah datang. Tukang ojek itu tidak terlibat sama sekali. Jadi dia tidak tahu kalau pelaku ini. Karena tukang ojek setelah melihat pelaku menyerang, tukang ojek langsung kabur ketakutan, karena dia tahu ternyata pelaku ini tujuannya adalah tujuannya untuk melakukan perampokan atau begal,” jelasnya.

Alex juga menambahkan, tersangka pada saat ditangkap sempta mencoba untuk melarikan diri.

“Tapi baju belum sempat diganti, empat lapis bajunya. Tapi kita sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, ada juga anggota Opsnal kita dilapangan yang kita sudah tahu ciri-ciri pelaku. Berdasarkan itulah kita melakukan pengejaran. Tidak sampai setengah jam, langsung berhasil kita ungkap,” ujarnya.

Polisi juga masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap tersangka, apakah sebelumnya pernah melakukan aksi perampokan atau tidak.

“Tapi fakta yang sudah kita dapat dari hsil penyelikan dan penyidikan baru kali ini. Tersangka ini sebelum melaksanakan aksi minum dulu (minum minuman keras),” ujarnya.

Sementara itu pengakuan tersangka saat dibincangi mengatakan ia nekad melakukan aksi tersebut karena butuh uang. Sebab tersanngka yang merupakan duda itu mengaku butuh modal uang untuk menikah lagi. “Aku dudo, aku butuh duet untuk modal kawen lagi. Aku jugo kapok, dak galak lagi cak ini,” punngkasnya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya