oleh

Jika BBM Naik, Ekonomi Masyarakat Makin Terpuruk

SUEMKS.CO- Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit saat ini, apabila Kementerian ESDM memutuskan menaikkan BBM, maka bakal membuat ekonomi nasional semakin sulit.

Daya beli masyarakat saat ini masih sangat rendah. Kenaikan BBM bukanlah kebijakan yang tepat, justru sebaliknya akan menciptakan kerusuhan di masyarakat.

“Secara logika harga minyak saat ini susah naik, karena kan ekonomi seret. Ini terjadi bukan hanya Indonesia saja, tapi di seluruh Indonesia. Kecuali kalau ada extraordenary misalkan tiba-tiba negara-negara Arab bertikai,” ujar ekonom INDEF, Dzulfian kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin .

Saat ini, lanjut Dzulfian, harga minyak dunia relatif tinggi dari sisi supply. Namun demikian, di tingkat konsumen seperti Indonesia, kenaikan harga minyak dunia itu tidak langsung harus direspon dengan kenaikan harga BBM.

“Dampaknya kalau naik pasti akan negatif terhadap kita. Karena kita kita negara importir minyak. Secara keseluruhan terhadap perekonomian akan membuat Indonesia terpukul,” tuturnya.

Dia menambahkan, kenaikan harga BBM akan membuat perekonomian masyarakat makin terpuruk. Sebab, kondisi saat ini banyak orang kehilangan pekerjaan, di mana hal itu membuat saya beli masyarakat menurun.

“Kalau BBM naik, harga-harga semua naik, inflasi, itu bisa terjadi kerusuhan karena masyarakat panik dan unhappy dengan situasi saat ini,” ucapnya.

Terpisah, Anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam meminta pemerintah maupun Pertamina tidak menaikkan harga BBM pada tahun ini. Karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak memungkinkan BBM untuk dinaikkan.

“Jangan sampai ada kenaikkan harga BBM, ini kami minta,” ujar Syaikhul.

Dikatakan apapun yang terjadi dengan harga minyak dunia, dia meminta agar tidak ada kenaikan BBM. Dia kasihan dengan ekonomi masyarakat yang sedang sulit di masa pandemi Covid-19.

“Karena semua masyarakat merasakan beban pandemi ini sangat berat untuk kelas bawah,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia per Senin (15/2) menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melejit ke level USD63,14 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 22 Januari 2020.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 97 sen, atau 1,63 persen menjadi USD60,44 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 8 Januari tahun lalu. (git/din/fin)

Komentar

Berita Lainnya