oleh

Jika Gardu Induk Beroperasi, Tebing Tinggi Bebas Mati Lampu 

-Sumsel-71 views

SUMEKS.CO – Perusahaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rayon Tebing Tinggi bisa menjamin Empat Lawang khususnya Kota Tebing Tinggi,Empat Lawang  akan bebas dari mati lampu (byarpet), asalkan Gardu Induk (GI) yang berada di kawasan Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka bisa beroperasi dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Manager PLN rayon Tebing Tinggi Dairobi. “Iya, bisa dijamin kalau GI kita sudah berfungsi. Untuk saat ini kondisi GI tersebut belum berfungsi meskipun bangunannya sudah selesai namun jaringan untuk suplay  belum siap,” katanya.

Dirinya belum mengetahui pasti apa saja kendala yang mengakibatkan GI tersebut hingga saat ini belum berfungsi .

“Saya belum update informasi terbaru karena itu urusan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagsel,” jelasnya.

Namun lanjut Robi, selain GI, permasalahan serius yang dihadapi pihak PLN dalam mengatasi mati lampu ialah pola fikir masyatakat yang belum terbuka untuk merelakan tanam tumbuhnya di pangkas atau di potong oleh pihaknya karena mengganggu jaringan.

“Akan jadi percuma seandainya nanti GI sudah beroperasi namun tanam tumbuh yang menyentuh jaringan belum bersih, masih akan tetap byarpet juga,” ungkapnya.

Masih dikatakan Robi, hampir semua desa ada satu atau dua oknum masyarakat yang tidak senang tanam tumbuhnya di bersihkan oleh pihak PLN, namun yang paling banyak terdapat di Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi.

“Kita masih menunggu kabar dari Kades Pajar Bakti sebab disana yang paling parah kondisi tanam tumbuh milik warga yang menyentuh jaringan sehingga apabila di desa tersebut mati lampu maka otomatis daerah lain juga akan terkena dampak pemadaman, serta ada juga daerah di luar Empat Lawang namun itu juga menjadi urusan PLN Tebing Tinggi ialah di Talang Seketi, Tanjung Aur Kabupaten Lahat,” jelasnya.

Dirinya berharap agar seluruh masyarakat juga paham dan mengerti karena hal tersebut untuk kenyamanan bersama apabila listrik tidak padam lagi.

“Kemungkinan di masyarakat ini ada oknum yang menunggangi apabila ada pemotongan tanam tumbuh pasti ada ganti rugi padahal tidak ada sama sekali, jadi masyakat susah untuk merelakan tanaman tersebut untuk di potong,” tuturnya.

Terpisah, Joko salah saru warga berharap agar masalah mati lampu ini jangan terus menerus berkepanjangan seolah menjadi budaya khas Empat Lawang.

“Kami sebagai masyarakat tentu berharap permasalahan mati lampu ini segera terselesaikan agar Empat Lawang kedepan bebas dari mati lampu,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya