oleh

Joe Biden Nominasikan Muslim Pertama Sebagai Hakim Federal Amerika

SUMEKS.CO – Dalam upayanya untuk menghadirkan keberagaman dalam sistem pengadilan AS, Presiden Joe Biden menominasikan beberapa wanita kulit hitam, warga Amerika keturunan Asia, serta wanita Muslim untuk menjadi hakim federal pada Selasa (30/3) waktu setempat.

Berbeda dengan pendahulunya, Donald Trump, yang memilih staf pengadilan federal dengan sebagian besar konservatif laki-laki kulit putih, Biden meluncurkan daftar pertama dari 11 nominasi dengan hanya dua dari mereka laki-laki, dan tidak satupun yang berkulit putih.

“Daftar calon yang luar biasa ini diambil dari pemikiran terbaik dan paling cemerlang dari profesi hukum Amerika,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Dalam urutan teratas, Biden mencalonkan Hakim Ketanji Brown Jackson, yang berkebangsaan Afrika-Amerika, untuk Pengadilan Banding Federal di Distrik Columbia, yang dikenal kerap menangani kasus-kasus besar.

Jika dikonfirmasi oleh Senat, Jackson (50) akan menggantikan Merrick Garland -yang sekarang menjadi Jaksa Agung.

Sejauh ini, belum ada wanita kulit hitam yang menjabat di pengadilan tinggi sembilan hakim.

“Ketanji Jackson Brown adalah salah satu hakim terbaik di negara ini. Brilian dan dengan nilai-nilai yang dalam. Bahwa dia sekarang bergabung dengan pengadilan tertinggi kedua kami adalah pantas dan luar biasa,” tulis Neal Katyal, mantan penjabat jaksa agung AS di Departemen Kehakiman di akun Twitternya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (31/3).

Selain Jackson, Biden juga menominasikan dua wanita Afrika-Amerika lainnya.

Zahid Quraishi (45) akan menjadi Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim distrik federal jika disetujui oleh Senat. Quraishi adalah keturunan Pakistan dan saat ini menjabat sebagai hakim hakim di New Jersey.

“Hakim Quraishi telah membela dan melayani negara kami dengan perbedaan dalam berbagai peran – dan akan membuat sejarah jika dikukuhkan sebagai hakim federal Muslim Amerika pertama,” kata senator New Jersey Cory Booker.

“Nominasi secara keseluruhan mewakili keragaman latar belakang, pengalaman, dan perspektif yang luas yang membuat bangsa kita kuat,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Di bawah Konstitusi AS, presiden berhak mencalonkan orang untuk menjabat di Mahkamah Agung dan pengadilan federal, kemudian Senat yang akan memilih apakah akan mengonfirmasi mereka.

Trump berhasil memenangkan penunjukan lebih dari 200 hakim konservatif selama masa jabatannya, bekerja sama dengan pemimpin mayoritas Senat saat itu Mitch McConnell mengenai masalah yang telah menjadi perhatian kaum konservatif AS selama beberapa dekade. (Reni Erina/rmol.id)

 

Komentar

Berita Lainnya