oleh

Jokowi Minta Tindak Tegas Perusuh

JAKARTA – Pascabentrok massa dengan aparat di depan Gedung Bawaslu, aksi unjuk rasa masih terjadi. Bahkan kawasan Jl KS Tubun, Petamburan masih mencekam. Polisi menutup satu ruas jalan tersebut pascapenyerangan di asrama Brimob pada Rabu (22/5) dinihari.

Akibat penyerangan itu 11 unit mobil yang diparkir di depan asrama dibakar massa. Kepolisian pun telah mensterilkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) berikut asrama Brimob. Sejumlah kendaraan taktis berat dan water canon disiagakan menghalau massa.

Meski demikian asrama Brimob yang hanya berseberangan jalan dengan Markas Front Pembela Islam (FPI) sejauh ini tidak terlibat bentrokan. Massa FPI pun tampak menjaga markasnya dan tidak tumpah ke jalan. Sementara kepolisian berjaga-jaga di sepanjang Jl KS Tubun.

Sementara pantauan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu hingga petang harinya masih berlangsung kondusif. Namun massa datang tak terbendung dari berbagai penjuru menuju titik temu di Jl MH Thamrin, Gedung Bawaslu. Peserta aksi bergantian melontarkan orasi didepan kawat berduri yang memagari Gedung Bawaslu. Hingga petang hari massa masih menyerukan orasi dengan aparat kepolisian berjaga-jaga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan mengganggu keamanan, terutama perusuh-perusuh.

“Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, akan merusak Negara Kesatuan republik Indonesia. Tidak ada pilihan, nggak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5) sore. (ran)

Komentar

Berita Lainnya