oleh

JPU KPK Dalami Keterlibatan Bupati Muaraenim Juarsah

SUMEKS.CO – Ditemui usai sidang lanjutan perkara suap yang menjerat dua terdakwa mantan Ketua DPRD Muaraenim Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muaraenim Ramlan Suryadi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI Ricky BM direncanakan menghadirkan Plt Bupati Muaraenim Juarsah guna mengungkap dugaan menerima aliran dana komitmen fee 16 paket proyek dikabupaten Muaraenim.

“Sebagaimana didalam dakwaan nama Juarsah muncul karena diduga menerima aliran dana dari terpidana Robbi Okta Fahlevi selaku kontraktor proyek PT. Indo Paser Beton”. Ujar Ricky ditemui usai sidang kedua, Senin (21/9) dengan agenda menghandirkan saksi-saksi.

Menurutnya hal itu adalah upaya mendalami serta mengungkap fakta sampai sejauh mana keterlibatan atau peran dari kedua terdakwa dalam dugaan suap terhadap 16 paket proyek pembangunan yang berasal dari dana aspirasi DPRD tahun 2019 senilai ratusan milyar ini.

“Peran Juarsah nanti akan kita dalami apakah menerima atau tidak sejumlah uang dalam perkara ini, makanya kami tidak ulas tuntas didalam dakwaan untuk perkara kali ini, masih fokus ketrrlibatan kedua terdakwa”. Jelasnya.

Oleh sebab itulah, dirinya beserta tim JPU KPK berencana menghadirkan saksi tidak hanya Plt. Bupati Muaraenim namun juga beberapa anggota DPRD Muaraenim yang diduga menerima aliran dana  dana perkara “Rasuah” ini.

Didalam persidangan, dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Erma Suharti SH MH keterangan dua saksi yakni Jenifer Capriati selaku staf administrasi PT. Indo Paser Beton milik terpidana Robby Okta Fahlefi serta adik Robby bernama Della yang berperan mengantarkan 1 unit Handphone serta sejumlah uang untuk salah satu terdakwa.

“Buku catatan-catatan itu dibuat atas perintah pak Robby, didalam catatan itu tertera sejumlah uang untuk Ramlan Suryadi (yang ditulis Mr. RM) dan Aries HB (yang ditulis Om Yes)”. Ungkapnya dihadapan hakim.

Hal senada juga diungkapkan saksi lainnya, yakni Della yang mengaku ditelpon oleh kakaknya Robby untuk membelikan satu unit Handphone merk Samsung serta sejumlah uang untuk diserahkan kepada Ramlan Suryadi.

“Saya disuruh kakak Robi mengantarkan satu unit handphone Samsung yang dibeli sebelumnya serta bungkusan yang berisi uang untuk diserahkan kepada pak Ramlan Suryadi, namun saat itu setibanya dirumah pak Ramlan saya tidak turun dari mobil, melainkan menyuruh sopir untuk mengantarkan barang itu”. Ujar Della.

Diakhir sidang, atas keterangan saksi-saksi itu kedua terdakwa tidak menyanggah keterangan-keterangan yang diberikan dihadapan hakim, oleh majelis hakim sidang ditunda dan akan dilanjutkan pada Selasa (29/9) pekan depan dengan agenda masih menghadirkan saksi yang direncakan oleh JPU KPK RI sebanyak 6 saksi. (Fdl)

 

Komentar

Berita Lainnya