oleh

Jubir PN Bantah Sidang Kucing-Kucingan

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Juru bicara Pengadilan Negeri Palembang Abu Hanifah SH MH angkat bicara terkait beredarnya pemberitaan persidangan “kucing-kucingan” pada sidang perdana kasus bandar judi Baccarat atas nama terdakwa Asuandi alias Acid (51).

Dia mengklarifikasi bahwa hal itu tidaklah benar. Abu Hanifah mengatakan persidangan tersebut telah sesuai dengan jadwal sidang. Karena sebagaimana dijadwalkan persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan pada Kamis (25/3) tetap dilaksanakan di ruang sidang Garuda.

“Ruang sidang Garuda di PN ada dua, yang pertama itu dilantai II namun di saat bersamaan digelar juga sidang Tipikor, jadi dipindahkan keruang sidang Garuda lantai I PN Palembang tetap sesuai agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Kejati Sumsel, jadi bukan kucing-kucingan seperti yang banyak beredar di pemberitaan,” ungkap Abu Hanifah dikonfirmasi Rabu (7/4).

Dia juga menerangkan bahwa saat ini persidangan tersebut telah memasuki agenda pemeriksaan saksi-saksi dengan majelis hakim diketuai Nasorianto SH MH namun berdasarkan informasi yang didapatnya dari pihak penuntut umum karena saksi-saksinya berhalangan hadir maka persidangan alami penundaan hingga Kamis 8 April 2021 besok.

“Informasi terakhir yang kami dapatkan dari penuntut umum, persidangan agenda saksi besok (8/4) siap untuk digelar, saksi-saksinya kata penuntut umum sudah siap,” pungkasnya.

Terdakwa Acid diduga sebagai bandar sekaligus pemilik modal awal, mengatur tempat, mengurus para karyawan, mengatur keluar masuk uang dari para karyawan dari para pemain, membayar gaji karyawan serta penerima siapa saja yang dapat menjadi karyawan di tempat perjudian jenis Baccarat tersebut.

Untuk itulah sebagaimana dakwaan JPU, terdakwa Acid atas perbuatannya diatur dan dijerat melanggar Pasal 303 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP.

Untuk diketahui, terdakwa Acid sempat melarikan diri pada saat penggerebekan tempat judi di wilayah Taman Kenten Palembang dan akhirnya ditangkap oleh tim Jatanras Polda Sumsel di wilayah Lampung pada Selasa (24/11/2020) lalu.

Pada saat penggerebekan, selain mengamankan 22 orang pemain polisi juga turut mengamankan 10 orang pegawai arena judi Baccarat yang dalam persidangan kesepuluh pegawai tersebut divonis dengan pidana penjara masing-masing selama 5 bulan.

Dari keterangan kesepuluh karyawan tersebut dalam persidangan hampir semuanya menyebut nama Asuandi alias Acid sebagai pemilik sekaligus bandar judi di Arena Judi Baccarat dengan upah rata-rata Rp100 hingga Rp250 ribu perhari. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya