oleh

Jusuf Kalla: Tidak Pernah Teror Direncanakan di Masjid

Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan tidak ada penyebaran faham dan aksi radikalisme di masjid.

“(Saya) Tidak pernah (dengar) bahwa teror direncanakan di masjid, enggak ada, hampir semua teror direncanakan di kos-kosan, jadi lebih berbahaya rumah kos daripada masjid apabila berbicara radikalisme,” ujarnya di sela-sela acara pelantikan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut Periode 2019-2024, di Gelanggang Mahasiswa, Kampus UIN Sumut, Jalan Sutomo Ujung, Selasa (7//1/2019).

JK-sapaan akrab Jusuf Kalla, mencontohkan kasus penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto, dimana pelakunya merancang aksinya di dalam kos.

“Barangkali itu maka masjid harus dijaga bagaimana harmonisasinya dengan masyarakat, dan selaras dengan masjid, lain lainnya,” ungkapnya.

Dalam sambutanya, JK juga meminta masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah semata, namun juga sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, ekonomi dan lainnya.

“(Misalnya) bagaimana masyarakat meningkatkan ekonomi lewat kebersamam dan lewat kewirausahaan lewat koperasi. Maka itu masjid menjadi tempat yang baik. Kita tidak ingin masjid megah tapi masyrakatnya kumuh dan miskin,” imbaunya.

Kepada pengurus terpilih dia mengucapkan selamat. “Saya ucapkan selamat, selamat bekerja dan melaksanakan tugasnya untuk memakmurkan masjid, mengurus rumah Allah adalah amal ibadah yang tinggi, membangunnya saja sudah memberikan manfaat yang besar untuk kita semua, apalagi bila kita merawatnya dengan baik,” bebernya.

Mantan Wakil Presiden RI dua periode tersebut pun mengapresiasi kepedulian Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terhadap pembangunan masjid. Termasuk pembangunan masjid yang ada di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan.

“Tadi Bapak Gubernur menyampaikan bahwa bulan depan masjid di rumah dinas beliau sudah bisa digunakan, saya apresiasi itu, dimana tak banyak pejabat pemerintahan yang mau membangun masjid di rumah dinas mereka,” ungkap JK.

JK juga menyampaikan, hidup di negara yang mayoritas muslim dan damai adalah suatu berkah yang patut disyukuri. “Kita harus bersyukur karena Indonesia ini diberikan berkah dengan mayoritas muslim dengan kehidupan beragama yang damai, beberapa masjid dibangun lewat swadaya masyarakat, di dunia ini hanya ada dua yang melakukan itu Indonesia dan Pakistan, selebihnya di beberapa negara pemerintah lah yang membangun masjid,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Rahmayadi yang hadir bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah menyambut baik pelantikan pengurus DMI Sumut yang diketuai Irhamudin Siregar. Dia berharap kepada para pengurus yang baru dilantik untuk terus berupaya memakmurkan masjid.

“Dengan dilantiknya pengurus DMI Sumut maka seharusnya 10. 739 masjid yang ada di 33 kabupaten/kota se-Sumut makmur. Makmurnya masjid akan membuat rakyat Sumut juga akan makmur. Dengan makmurnya rakyat Sumut, bermartabatlah Sumut ini. Sumut Bermartabat Indonesia pun akan maju,” tegas Edy.

Edy juga mengharapkan agar masjid tidak hanya sekadar tempat beribadah, tetapi juga menjadi tempat menyelesaikan masalah umat. “Ke depanya, masjid merupakan tempat untuk melepas kekisruhan, menyelesaikan masalah umat, ke depan kita harap semua masjid menjadi tempat yang paripurna, sehingga maindset umat Islam bisa tertarik untuk meramaikan masjid,” paparnya. (*/nin/pojoksumut)

Komentar

Berita Lainnya