oleh

Kabareskrim : Karhutla, 90 Persen Karena Ulah Manusia

SUMEKS.CO – Terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, sebanyak 90 persen karena ulah manusia yang sengaja membakarnya. Dan sebagian dilakukan untuk membuka lahan dan bercocok tanam. Dan sebagian kecil disebabkan oleh faktor alam.

Hal itu ditegaskan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di hadapan peserta dari berbagai instansi terkait Karhutla dan perusahaan Kelapa sawit di Sumsel. Dalam acara sosialisasi penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan provinsi Sumatera Selatan di Ball Room Arya Duta Hotel, Selasa (10/3/2020) siang.

“Karhutla di Indonesia 90 persen disebabkan oleh ulah manusia. Karena di sekitarnya adalah wilayah tropis. Dan penyebab alam itu kecil terjadi karena kelembaban dan curah hujanr,” kata Listyo.

Listyo mengatakan, biasanya pada saat hujan karhutla tidak terjadi. Kemungkinan terbesar yang ada di Indonesia karhutla karena unsur manusia.

“Dan upaya ini dilakukan karena untuk membuka lahan baru untuk ditanami yang bisa dilakukan oleh perorangan bahkan korporasi,” terangnya.

Pada tahun 2019, Polri telah melakukan penyidikan sebanyak 367 kasus karhutla. Melibatkan 342 tersangka perorangan dan 27 korporasi. Tahun 2020, Presiden dan Kapolri sangat serius untuk masalah Karhutla. Bahkan telah menerbitkan Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.

Adapun kerugian Karhutla sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 2,5 miliar dolar Amerika atau setara Rp 72,9 Triliun. Dengan luas area lahan yang terbakar sebanyak 1,9 juta hektar. Dan diketahui seluas 428,5 hektar lebih lahan yang terbakar di Sumsel dan Sumsel sendiri rangking pertama di Indonesia karhutla.

“Peran serta pelaku usaha dan SDM dalam penanggulangan dengan maksimal dapat menekan terjadinya karhutla seminimal mungkin,” tandas Listiyo.

Selain itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan dalam materinya menyampaikan dalam penanganan karhutla, lebih baik kita mencegah daripada menanggulangi, wilayah Sumsel terdapat lahan gambut.

Di tahun 2019 pada saat terjadinya kebakaran cukup sulit bagi kita yang melakukan pemadaman, karena saya turut terjun langsung merasakan melakukan penanganan bersama Gubernur Sumsel, rekan-rekan TNI, Kepala BPBD Sumsel, relawan dan personel di lapangan.

“Untuk itu mari kita bersama berkolaborasi dalam pencegahan maupun penanggulangan karhutla, mari kita bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” terang Rudi.

Dia menambahkan, struktur pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Polda sebagai Subsatgas Operasi Darat, Kasubsatgas Gakkumnya Ditreskrimsus.

“Berdasarkan analisa kita di tahun 2019 kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diwilayah Provinsi Sumsel 99 persen disebabkan oleh ulah manusia. Untuk itu mari bersama kita saling mengingatkan dan menyampaikan kepada masyarakat ataupun sekitar kita, ayo bersama-sama kita lakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel,” tutup Wakapolda.(dho/ril)

Komentar

Berita Lainnya