oleh

Kabur dari Pendidikan Militer, Prada DP Divonis 3 Bulan Penjara

Tak hanya kabur dari pendidikan militer, Prada Deri Permana (DP) juga tega membunuh kekasihnya, Vera Oktora dengan cara yang sangat kejam. 

Alhasil, warga Taman Bacaan Seberang Ulu 2 Palembang ini harus di sidang dua perkara, yaitu desersi, kabur dari pendidikan militer dan pembunuhan. 

prada DP
Terdakwa Prada Deri Permana saat mengikuti sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, hari ini. Foto: Julheri/SUMEKS.CO

Nah, pada sidang kasus desersi, hari ini, (13/8/2019), Prada DP akhirnya dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Putusan majelis hakim ini lebih ringan satu bulan. 

Sebelumnya, oditur militer, Mayor CHK Andi Putu SH menuntut Prada DP selama 4 bulan penjara.

Hakim pengadilan militer I-04 Palembang, Letkol CHK Muhammad Kazim SH, selaku hakim ketua beranggotakan Letkol SUS Much Arif Zaki Ibrahim SH, dan Mayor CHK Syawaluddinsyah SH menilai semua unsur pasal 87 ayat 1 ke 2 juncto ayat 2 KUHPidana Militer, yaitu pidana desersi pada masa damai telah terbukti.

Video Sidang Desersi Prada DP Klik disini!

Seperti biasa, sidang kasus desersi Prada DP digelar setelah sidang kasus pembunuhannya. Berbeda dengan sidang kasus pembunuhan, sidang desersi tidak ramai pengunjung.  Terdakwa dalam sidang desersi ini tidak didampingi kuasa hukum.

Sebelumnya, di dalam surat dakwaan Oditur Militer disebutkan, Prada DP yang merupakan siswa Dikjurtaif Abit Dikmata TNI AD Gelombang II Tahun 2018/Rindam II/Sriwijaya, Baturaja.

Oditur militer mendakwa Prada DP dengan pasal 87 ayat 1 ke 2 juncto ayat 2 KUHPidana Militer.

Menurut Oditur Militer, terdakwa pada 4 Mei s/d 12 Juni 2019 telah kabur tanpa kabar yang jelas dari tempat pendidikannya di Rindam II/Sriwijaya, atau selama 40 hari berturut-turut.

Dalam persidangan ini, dihadirkan sebagai saksi dua pembina dan pengawas terdakwa selama pendidikan, yaitu Serda M Setianto dan Sertu Wirawan Basuki.

Dalam persidangan ini kedua saksi menerangkan bahwa terdakwa kabur dari pendidikan tanpa ijin, berdasarkan bukti rekapan daftar absen selama ini.

Menurut saksi, terdakwa kabur pada tanggal 3 Mei 2019, sekitar pukul 21.00 WIB, sebelum digelar apel malam.

Saksi Serda M Setianto mengaku mendapatkan kabar terdakwa kabur dari grup Whatsapp. Infonya ada salah seorang siswa yang melarikan diri.

Saksi ini baru mengetahui terdakwa pada 13 Juni, saat itu lewat media televisi. “Di Tv saya lihat terdakwa ditangkap di Serang Banten,” jelasnya.

Terdakwa Prada DP terlihat menangis saat di persidangan. Inzet: Foto korban Vera Oktora. Foto: Julheri/ist/SUMEKS.CO.

Kemudian saksi Sertu Wirawan Basuki yang menjadi petugas pengawas siswa mengetahui terdakwa ditangkap tim gabungan Kodam II/Sriwijaya, karena terlibat kasus dugaan pembunuhan. “Saya taunya dari media sosial pak,” cetus saksi.

Dalam persidangan ini hakim Letkol SUS Much Arif Zaki Ibrahim SH lebih fokus menanyakan pada alasan terdakwa lari dari pendidikan.

Tentu menurut hakim alasannya tidak bisa tunggal, karena menurut hakim tak mungkin hanya karena alasan takut mengikuti tes pasukan komando khusus.

Bahkan hakim Much Arif Zaki Ibrahim dimuka sidang menilai terdakwa desersi karena memang punya niat untuk bertemu korban Vera Oktora. Karena terdakwa mendapat kabar bahwa Vera punya pacar baru.

Hakim ketua, Letkol CHK Muhammad Kazim SH menilai alasan terdakwa takut menjalani salah satu tes terjun tidak tepat. Karena semua tentara akan mengalami tes tersebut.

Sedangkan kemauan terdakwa menjadi anggota TNI sebelumnya diungkapkan terdakwa sangatlah besar. Bahkan atas kemauan terdakwa sendiri, bukan atas kemauan orang tua.

Yang menarik dalam persidangan ini, terungkap adanya nama ‘Ibu Lontong’. Seorang ibu yang punya andil besar dalam menolong pelarian terdakwa, Para DP dari pendidikan militer.

Bahkan Ibu Lontong ini rela menyerahkan hanphone android untuk dibawa terdakwa, memberikan pakaian bersih untuk menganti pakaian terdakwa yang kotor.

Dimuka sidang, Prada DP bahkan sudah menganggap bahwa Ibu Lontong sebagai ibu keduanya, sudah seperti ibu sendiri. (jul)

 

 

Komentar

Berita Lainnya