oleh

Kades Sedupi Adukan Mantan BPDnya

PALI – Sebanyak tiga dari tujuh mantan anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilaporkan kepala desanya, karena diduga telah menggelapkan dana operasional BPD, yang telah diberikan Pemerintah desa berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Menurut Kepala Desa Sedupi Amran mengatakan, bahwa hal itu terungkap saat serah terima jabatan BPD yang lama dengan yang baru. Dimana, dirinya meminta agar seluruh asset desa yang dikumpulkan, untuk dibuatkan laporan pertanggungjawaban. Namun, asset itu  rupanya tidak lengkap, padahal dana untuk pembelian alat operasional tersebut sudah lama dicairkan.

“Dana itu sebesar Rp17,1 juta, dan diperuntukkan pembelian tiga unit laptop dan dua unit lemari besi. Namun ketika dipinta pertanggungjawaban untuk serah terima asset, lemari besi tersebut rupanya tidak ada. Dan laptop juga hanya ada dua unit saja,” ujarnya kepada wartawan.

Atas dasar itulah, dirinya memilih untuk melaporkan tiga mantan anggota BPD untuk mempertanggungjawabkannya. “Kami telah datangi Polres PALI untuk melaporkan masalah ini, ada tiga mantan anggota BPD yang dilaporkan, yakni mantan Ketua, wakil ketua dan sekretaris BPD periode 2014-2019. Laporan kami diterima Tipikor Polres dan kami berharap agar pihak penegak hukum untuk segara memprosesnya,” tegasnya.

Asset BPD tidak lengkap juga dibenarkan Suryadi, mantan bendahara BPD periode 2014-2019. “Saya tidak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan BPD, padahal saya bendahara. Dan untuk aset milik BPD yang saya ketahui ada dua unit laptop baru, satu unit printer dan satu unit laptop pembelian tahun 2018,” tambahnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya