oleh

Kadis Perdagangan Sumsel : Barang Ilegal Masuk dari Jalur Tikus Perairan Sungai Musi

-Headline-200 views

SUMEKS.CO – Sebanyak 8 juta batang rokok ilegal dimusnahkan oleh Dirjen Bea dan Cukai Sumatera Bagian Selatan Timur (Sumbagtim) di Palembang, Rabu (4/12) pagi. Ada pula 136 sex toy ikut dimusnahkan.


“Rokok ilegal didapati dari penyelundupan melalui jalur tikus termasuk penyelundupan lewat sungai Musi sepanjang tahun 2019 ini,” ujar Kepala Kantor DJBC Sumbagtim, Dwijo Muryono kepada awak media.
Sebanyak 8.487.086 batang rokok yang disita dari beberapa titik di Sumbagtim ini berasal dari luar negeri dan juga pabrikan lokal. Secara keseluruhan ada 17 juta batang rokok yang dimusnahkan selama 2019.
“Dengan rinciannya KPPBC TMP B Palembang 8 juta batang rokok, KPPBC TMP B Jambi sebanyak 8,6 juta batang rokok, KPPBC TMP C Pangkal Pinang 1 juta batang rokok dan KPPBC TMP C Tanjung Pinang 12.000 batang rokok. Ini dalam catatan kami telah merugikan negara senilai kurang lebih Rp 7 miliar di tahun 2019. Khusus untuk rokok saja ya,” kata Dwijo.
Bea Cukai juga telah memusnahkan sekitar 14.431 botol minuman keras (miras) 264 botol HPTL, 97 kilogram ganja, 14 pucuk airsoft gun, 136 sex toy, 36 anak panah dan 12 lembar pakaian serta kosmetik ilagal.
“Barang-barang itu disita karena dinilai sebagai barang terlarang dan dibatasi berdasarrkan UU No 39 tahun 2007 tentang Cukai. Barang dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Kanwil DJKN Sumsel,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan saat ditemui di lokasi pemusnahan menyebut barang ilegal tersebut masuk dari jalur-jalur tikus yang ada di perairan Sungai Musi.
“Ini hasil koordinasi, kerjasama dengan semua pihak karena wilayah geografi kita ini menjadi pintu masuk. Saya katakan ini adalah jaringan yang kita harus kerjasama. Kalau sering masuk kita khawatir kesehatan masyarakat Sumsel. Rokok yang legal saja ada himbauan, apalagi yang ilegal dan kita tidak tahu apa bahannya,” beber Iwan.
Dia meminta masyarakat untuk tak membeli barang-barng ilegal di SumSel. Sebab sangat beresiko dan hal ini akam berdampak pada penjual resmi.
“Kasihan penjual resmi, mereka jualnya sesuai aturan dan kualitas. Kalau ilegal ya pasti ada dampak ekonomi dan bisa merugikan kita, ini saja Rp 3,6 miliar kita dirugikan,” katanya.(dho)

Foto:
Pemusnahan barang bukti ilegal di kantor Bea Cukai Palembang

Komentar

Berita Lainnya