oleh

Kaji Keterlibatan Johan Anuar, Jaksa KPK Hadirkan Saksi Ahli

SUMEKS.CO,- Setelah beberapa hari lalu resmi dilantik menjadi wakil bupati Ogan Komering Ulu (OKU) periode 2021-2026, Johan Anuar yang merupakan terdakwa dugaan korupsi pengadaan lahan makam tahun 2013, Selasa (2/3) kembali jalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Adapun agenda persidangan kali ini yakni mendengarkan keterangan dua saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI melalui video virtual dihadapan majelis hakim Tipikor diketuai Erma Suharti SH MH.

Dua saksi ahli yang dihadirkan yakni dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI I Dewa Ayu Laksmi Dewi BPK serta saksi ahli hukum pidana Universitas Indonesia (UI) Dr Eva Achjani Zulfa.

“Keduanya dihadirkan guna menerangkan kerugian negara yang diakibatkan serta kaitan terdakwa Johan Anuar ada atau tidaknya unsur pidana yang dilakukan sebagaimana dakwaan kami,” ungkap JPU KPK RI Januar Dwi Nugroho SH MH diwawancarai sat skorsing sidang.

Pada keterangan saksi ahli BPK, Januar menerangkan adanya total kerugian negara sebesar Rp 5,7 miliar pada perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan di Oku yang menjerat Wakil Bupati Johan Anuar sebagai terdakwa.

“Saksi memberikan keterangan adanya total lost sekitar Rp 5,7 miliar dari nilai pagu anggaran Rp 6 miliar untuk proyek pengadaan lahan makam dimana itu didapat setelah pengurangan pajak,” terang Januar.

Menurut Januar terhadap keterangan saksi ahli tersebut sudah berkesesuaian dengan dakwaan yang disangkakan terhadap terdakwa Johan Anuar.

Selain saksi ahli dari BPK Pusat, JPU KPK juga menghadirkan Dr Eva Achjani Zulfa SH MH selaku Ahli Hukum Pidana dari Universitas Indonesia.

“Saksi ahli hukum pidana ini kita hadirkan guna mengetahui ada tidaknya keterkaitan perkara antara terdakwa selaku legislatif kala itu terhadap Hidirman dan Umirtom yang telah diproses hukum sebelumnya,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dari pantauan saat ini majelis hakim Tipikor Palembang masih menggelar persidangan dengan mendengarkan keterangan lanjutan dari saksi ahli hukum pidana. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya