oleh

Kak Pian: Politik Pagaralam Anti Teori

PAGARALAM – Ketua DPC PKB Kota Pagaralam, Alpian SH yang juga Walikota Pagaralam menilai politik Pagaralam ini unik. Yang terjadi ujar dia, sulit ditebak dengan segala teori politik yang umum dipelajari.

“Pagaralam ini anti teori,” ujar Alpian saat diskusi interaktif dengan tema evaluasi Pileg 2019 di Kantor Harian Umum Pagaralam Pos (group Koran ini). Kawasan Koramil Lama, jalan S Parman, Ahad petang (12/5).

Ia mencontohkan PKB Pagaralam yang telah berusaha menerapkan strategi menempatkan Caleg yang berlatarbelakang santri di dua daerah pemilihan (Dapil). Teorinya, dengan strategi ini PKB dapat meraup suara pemilih dari kalangan santri. Nyatanya kata dia, hasil Pileg berbicara lain.

“Perolehan suara PKB turun dari 2014 lalu,” tuturnya.

PKB juga menerapkan strategi berbasis keluarga dan relasi perkawanan. Strategi ini pun sudah diterapkan Caleg sejak lama. Teorinya, strategi ini dapat mendongkrak suara. Nyatanya sebaliknya. Malahan suara sang Caleg lanjut Alpian, tergerus.

Mengapa bisa demikian tak lain tak bukan ujar Alpian memperkirakan, karena faktor politik uang yang belakangan diplesetkan menjadi ‘nomor piro wani piro’ (NPWP). Karena NPWP, hubungan keluarga dan pertemanan jadi tak berlaku lagi. “Kalau dulu keluarga dan pertemanan jadi faktor penentu nomor satu. Sekarang rasanya NPWP yang lah yang jadi faktor nomor satu,” tambahnya.

Nopran Edwin SPd, Caleg Pagaralam terpilih hasil Pileg 2019, juga tak menampik hebatnya pengaruh ‘NPWP’ di Pileg 2019. Namun politisi PKS ini tak mau menyebutnya sebagai NPWP. “Saya punya istilah cost politic. Niatnya bukan untuk mempengaruhi,” tuturnya.

Adapun Idi Jangcik SKom MKom, Caleg Partai Berkarya yang belum sempat terpilih di Pileg 2019 menilai, ‘NPWP’ tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menyatakan praktik ini mesti dilawan bersama-sama.

Sementara itu pengamat politik Pagaralam, Syahril Romadhon Alamsyah SPd ME, mengakui bahwa politik di Pagaralam memang tak bisa ditebak. Ia mencontohkan pemasangan alat peraga kampanye (APK) tak berpengaruh lurus dengan hasil. “Banyak APK, Calegnya malah kalah,” ujarnya.

Diskusi interaktif ditutup dengan kesimpulan bahwa ‘NPWP’ masih berpengaruh dengan pemilih di Pagaralam. Perlu upaya khusus untuk menangkalnya supaya tidak terus berlarut. (ald)

Komentar

Berita Lainnya