oleh

Kalapas Sekayu Bantah Heboh di Medsos Oknum Rutan Tiduri Napi Wanita

-Headline-1.761 views

SEKAYU – Heboh di media sosial (medsos) ada petugas keamanan yang meniduri narapidana (napi) wanita di rumah dinas, tidaklah benar alias hoaks. Hal ini dikatakan, Ronaldo Devinci Talesa, Kepala Lapas Klas II B Sekayu.

Menurutnya prosedur mengeluarkan napi dari lapas sangatlah sulit dan rumit. Terlebih menyangkut napi wanita yang ada.

Semenjak Ronaldo yang akrab disapa itu, menjabat Kalapas Klas II B Sekayu pada 21 September 2018 lalu.

“ Tidak ada satu pun, napi yang bisa keluar lapas,” tegasnya.

Sangatlah mustahil ada napi, yang bisa dibawa keluar dari Lapas itu.

Terlebih posisi rumah dinas  di samping dan belakang Lapas, persis dibawah pos penjagaan. Tak ayal terpantau petugas selama 24 jam non stop.

“ Tidak mungkin bawa napi wanita ke rumah dinas,” bebernya.

Napi bisa keluar dari lapas, lantaran sakit keras dan persetujuan dokter. Lalu dipindahkan ke lapas lain serta menjadi saksi perkara yang ada.

Itu pun proses pengeluaran napi harus ke bagian register dan diketahui petugas pintu sebanyak dua orang.

Napi barulah bisa keluar harus ditandatangani seluruh pejabat hingga Kalapas.Barulah napi bisa keluar dari Lapas.

“ Kita pastikan yang heboh dimedsos, adalah berita hoaks,’ tegasnya.

Penjagaan sangat berlapis di dalam Lapas Klas II B Sekayu. Terlebih ada empat sampai lima pintu penjagaan, haruslah dilewati dalam lapas yang ada.

“ Kita pasang benner besar di depan pintu penjagaan. Yakni Dilarang mengeluarkan napi dan tahanan tanpa prosedur dan surat-surat yang sah,” bebernya.    (yud)

Komentar

Berita Lainnya