oleh

Kalau Merusak Rumah Diambil Tindakan

LUBUKLINGGAU – Dalam pelaksanaan pemiliham umum (Pemilu), beda pilihan itu adalah hal yang wajar. Namun dengan perbedaan tersebut jangan sampai terpecah belah.

“Masyarakat kita ajari, kita ini semua bedulur. Dalam satu keluarga boleh beda pilihan. Tapi kita tetap bedulur, tetap kita keluarga,” kata Danrem 044 Gapo, Kol Arh Sonny Septiono. Usai mengecek demplot pertanian di eks Kompi Lubuklinggau, Kamis (14/3).

Tujuan utamanya adalah tetap untuk membangun daerah. “Bayangkan ruginya kalau daerah ini sudah maju seperti ini terjadi apa-apa. Mundur 10 tahun lebih bahkan. Kita sampaikan kepada masyarakat supaya ada kesadaran. Boleh beda pilihan dalam satu keluarga, tetapi harus damai, rukun. Kalau sudah jadi siapapun, sudah dukung itu,” timpalnya.

Sonny menjelaskan, pemilu pelaksanaannya sudah dekat. “Kita tahapannya sudah kita lewati. Kita sudah didalam pemilu nanti tugas kita adalah membantu Polri dalam pengamanan pemilu. Kita sudah latihkan anggota kita di korem sudah latihan. Kodim-kodim sudah sering latihan. Sudah apel gelar pasukan. Itulah tahapan-tahapan kita untuk menyiapkan pelaksanaan pemilu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam pemilu yang jelas TNI netral. “TNI, Polri harus netral. Itu harga mati sudah. Itu sudah perintah dari pimpinan kita. Kalau pemilu ibaratnya pesta demokrasi. Pesta boleh dirumah kita, tetapi jangan merusak rumah. Kalau merusak rumah, ya sudah berhadapan dengan kita berarti,” beber dia.

Pihaknya tidak akan segan-segan untuk melaksanakan tindakan kalau memang merusak. “Tetapi setelah saya ngomong dengan Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, mudah-mudahan disini aman. Insya Allah aman. Kalau sudah Pak Kapolres, Pak Dandim, POM, Brimob sama-sama, bareng-bareng, pasti aman. Tolak ukurnya itu saja,” pungkasnya.(Wek)

Komentar

Berita Lainnya