oleh

Kamala Harris: Saya Wapres Pertama, Tapi Bukan Yang Terakhir

SUMEKS.CO – Nama Kamala Harris telah tercatat dalam sejarah Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (7/11), ketika ia terpilih menjadi wakil presiden perempuan dari keturunan Asia-Afrika pertama untuk negeri tersebut.

Dengan percaya diri, Harris pun tampil memberikan pidato pertamanya setelah ia dan Joe Biden berhasil mengalahkan pasangan petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan Mike Pence.

Di luar Chase Center, di hadapan para pendukungnya, Harris menyerukan agar perempuan lebih berani dan dapat menjadi penerusnya di kemudian hari.

“Meskipun saya mungkin wanita pertama di kantor ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir,” kata Harris di Wilmington, Delaware, dalam siaran langsung Washington Post pada Sabtu malam.

Harris, seorang anak dari pasangan imigran juga mengisahkan bagaimana perjuangan ibunya, Shyamala Gopalan menjadi minoritas di Amerika.

“Ketika dia datang ke sini dari India pada usia 19 tahun, dia mungkin tidak begitu membayangkan momen ini. Tapi dia sangat percaya pada Amerika di mana momen seperti ini mungkin terjadi,” kisah Harris.

Ia mengatakan, dalam sejarahnya, perempuan dari semua kalangan, kulit hitam, kulit pulih, Asia, Latin, hingga pribumi selalu berupaya untuk membuka jalan seperti yang ia tempuh.

Mereka, kata Harris, adalah bukti tulang punggung demokrasi AS, bahkan jauh sebelum Amandemen ke-19 satu abad lalu berlaku.

“Lima puluh lima tahun yang lalu dengan Undang-Undang Hak Pilih, dan sekarang pada 2020, dengan generasi baru perempuan di negara kita yang memberikan suara mereka dan melanjutkan perjuangan untuk hak dasar mereka, memilih dan didengar,” lanjutnya.

“Malam ini, saya merefleksikan perjuangan mereka, tekad mereka, dan kekuatan visi mereka untuk melihat apa yang tidak terbebani oleh apa yang telah terjadi. Dan saya berdiri di pundak mereka,” imbuh Harris.

Harris dan Biden berhasil terpilih menjadi presiden dan wakil presiden setelah mendapatkan dukungan dari Pennsylvania di mana mereka saat ini memiliki total 279 suara elektoral.

Keduanya akan dilantik menggantikan Trump dan Pence pada 20 Januari 2021.  (Sarah Meiliana Gunawan/rmol.id)

 

Komentar

Berita Lainnya