oleh

Kamera Sony Alpha 7S III Telah Hadir di Indonesia

Dukung Para Kreator Melalui Perpaduan Performa Pencitraan Tinggi dengan Sensitivitas Klasik Seri “S”

SUMEKS.CO – Setelah penantian yang cukup panjang, Alpha 7S III kini resmi hadir di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan para penggemar videografi. Penerus dari Alpha 7S II ini mengombinasikan performa pencitraan tinggi dengan sensitivitas klasik seri “S” yang memungkinan kemampuan perekaman video impresif, serta dapat menunjang kreativitas videografer profesional. Kamera terbaru ini juga dilengkapi dengan beragam fitur mumpuni lainnya, menawarkan alur kerja cepat dan lebih efisien kepada penggunanya.

Kazuteru Makiyama, President Director PT Sony Indonesia mengungkapkan, “Penantian para penggemar kamera Alpha 7S II akan kehadiran penerusnya telah berakhir dengan peluncuran Alpha 7S III. Pengembangan kamera ini memang memakan waktu cukup lama karena kami melakukan berbagai riset untuk menyempurnakan kamera ini agar dapat menghadirkan produk terbaik yang relevan dengan kebutuhan para videografer, bahkan melebihi ekspektasinya.

Kamera ini memiliki berbagai kemampuan videografi dan fitur terdepan di industri yang mampu memberikan alur kerja cepat dan lebih efisien. Dengan inovasi yang kami hadirkan pada kamera ini, kami berupaya untuk mendukung para pelaku industri kreatif untuk dapat mengambil peluang dan semakin bersemangat dalam menciptakan karya-karya terbaik.”

Harga dan Ketersediaan
Kamera terbaru Sony Alpha 7S III akan segera tersedia di Indonesia pada bulan November 2020 dengan harga Rp50.999.000 dan telah dapat mulai dipesan secara pre-order mulai tanggal 25 September – 11 Oktober 2020 di seluruh Sony Authorized Dealer. Untuk pembelian kamera Sony Alpha 7S III pada masa pre-order, konsumen akan mendapatkan paket spesial senilai Rp4.400.000 dalam bentuk CF Express Type A 80GB, baterai NP-FZ100 secara gratis dan kesempatan menerima potongan harga sebesar Rp1.500.000 untuk G Master PWP (model pilihan: SEL24F14GM, SEL70200GM, SEL2470GM, SEL1635GM).

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai produk terbaru Sony Alpha 7S III, silakan kunjungi laman: https://www.sony.co.id/id/electronics/kamera-dengan-lensa-yang-dapat-ditukar/ilce-7sm3

Fitur dan spesifikasi Alpha 7S III

Mesin pemrosesan gambar BIONZ XR™ mutakhir dengan kekuatan pemrosesan delapan kali lebih banyak serta Sensor gambar terbaru back-illuminated full-frame Exmor R™ CMOS 12.1-megapiksel (kurang lebih, efektif), mengurangi efek rolling shutter secara signifikan.

Sensitivitas yang sangat tinggi dengan rentang ISO yang dapat diperluas mulai dari 40 hingga 409600, dan meningkatkan kualitas gambar sekitar 1 stop noise reduction2 pada rentang sensitivitas menengah dan tinggi

Kemampuan perekaman video termasuk 4K 120p, kedalaman warna 10 bit 4:2:2, seluruh rekaman Intra, format XAVC HS dengan H.265 codec dan lebih
15+ stop dynamic range untuk film

Output video HDMI 4K 60p 16-bit RAW untuk pertama kalinya dalam seri Alpha™

Sistem Fast Hybrid AF dengan sensor titik 759 phase-detection AF yang mencakup 92% sensor gambar

Real-time Eye AF yang telah ditingkatkan untuk perekaman film dan perekaman gambar still (still image recording)

Mekanisme pembuangan panas terbaru dan perekaman dual slot relay yang memungkinkan lebih dari satu jam perekaman film 4K 60p 10-bit 4:2:2 hingga baterai habis

Stabilisasi gambar dalam bodi optik 5-sumbu mendukung perekaman film menggunakan tangan dengan Mode Aktif tambahan untuk mendukung perekaman film menggunakan tangan yang sulit

Viewfinder elektronik OLED tipe 0.64 dan 9.44 juta dot (kurang lebih) terbaru yang paling terang dan terbesar12 di dunia

Variable angle bukaan samping pada layar LCD meningkatkan fleksibilitas rekaman

Sistem menu yang didesain ulang dengan interface layar sentuh dan pengoperasian sentuh

Pengambilan gambar still (still image) secara terus menerus dengan kecepatan tinggi hingga 10 fps untuk lebih dari 1000 gambar RAW tanpa dikompres terus-menerus (berurutan) dengan pelacakan AF / AE penuh

Slot kartu Dual CFexpress Tipe A yang memungkinkan pemrosesan data dengan kecepatan tinggi serta menjaga ukurannya agar tetap efisien

Dilengkapi dengan sensor gambar back-illuminated full-frame 12.1MP (kurang lebih, efektif) terbaru dengan sensitivitas yang sangat tinggi dan 15+ stop wide dynamic range5.

Sejumlah kemampuan perekaman video yang impresif, termasuk 4K 120p4 dan kedalaman warna 10-bit 4:2:2, mekanisme pembuangan panas terbaru, perekaman dual slot relay yang memungkinkan pengguna merekam film 4K 60p selama lebih dari satu jam hingga baterai habis8, sistem autofokus terbaru, interface layar sentuh, serta layar LCD bukaan samping. Alpha 7S III akan menjadi perangkat terbaik yang dapat menunjang kreativitas video profesional dan seluruh jenis pengambilan gambar hybrid still/ video.

Arsitektur sistem Alpha 7S III telah dirancang ulang untuk menghasilkan video dan performa pengambilan gambar still yang luar biasa. Sensor gambar terbaru 35mm full-frame 12.1MP (kurang lebih, efektif) back-illuminated Exmor R™ CMOS mengurangi rolling shutter hingga tiga kali2 dan menggunakan berbagai teknik pengumpulan cahaya mutakhir untuk memastikan sensitivitas tinggi dengan noise rendah, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar pada situasi pencahayaan yang sulit tanpa memerlukan pengaturan pencahayaan berskala besar. Selain peningkatan pada kualitas gambar, sensor gambar terbaru ini mencakup sistem focal plane phase-detection AF untuk pertama kalinya pada kamera seri S.

Untuk melengkapi sensor baru ini, kamera Alpha 7S III juga memiliki mesin pemrosesan gambar BIONZ XR™ terbaru yang menyediakan lebih dari delapan kali kekuatan1 pemrosesan, mengurangi latensi pemrosesan, serta memungkinkan lebih banyak fitur khas dari still dan pencitraan pada kamera. Sistem terbaru ini juga dilengkapi dengan viewfinder elektronik eye-level OLED 9.44 juta-dot (kurang lebih) yang paling terang12 dan terbesar12 di dunia, serta merupakan kamera12 pertama di dunia dengan slot kartu dual CFexpress Tipe A, memungkinkan proses transfer data dengan kecepatan tinggi dalam ukuran yang efektif.

Solusi Alur Kerja Video Profesional
Kamera Alpha 7S III menawarkan perekaman 4K dalam kamera hingga 120 frame per detik4, kedalaman 10-bit dan pengambilan sampel warna 4:2:2, sehingga dapat menghasilkan video yang menakjubkan.

Kamera terbaru ini juga menawarkan alur kerja pasca-produksi yang lebih fleksibel dan efisien dengan berbagai mode perekaman film terdepan, seperti All-Intra dan MPEG-H HEVC/H.265 coding (XAVC HS™). Alpha 7S III memberikan kemudahan dalam mengintegrasikan perekaman video dengan camcorders profesional lainnya seraya memberikan tiga pengaturan gamut, yaitu S-Gamut, S-Gamut3, dan S-Gamut3. Cine, memungkinkan para pengguna untuk mencocokan rekaman dengan mudah pada Alpha 7S III dengan rekaman yang diambil menggunakan camcorder profesional guna menyederhanakan alur kerja pasca-produksi multi-kamera.

Selain kurva gamma S-Log3, kamera ini juga mendukung profil gambar HLG (Hybrid Log-Gamma) dengan pasca-produksi minimum. Kamera Alpha 7S III juga memungkinkan output hingga 4K 60p 16-bit RAW ke perekam eksternal melalui konektor HDMI Tipe-A, menghadirkan tambahan fleksibilitas pasca-produksi.

Kualitas Gambar yang Ditingkatkan
Sensor gambar CMOS dan mesin prosesor gambar BIONZ XR™ terbaru yang terdapat pada Alpha 7S III memberikan sensitivitas seri S yang legendaris dengan peningkatan reproduksi warna yang signifikan dan rendering tekstur untuk meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan.

ISO dasar telah diturunkan menjadi 80, menghasilkan rentang normal 80-102,400 (dapat diperluas hingga 80-409,600 untuk video and 40-409,600 untuk still) guna memberikan ISO yang lebih fleksibel ditambah wide dynamic range dengan noise rendah di semua pengaturan. Hal ini dapat memberikan peningkatan kualitas gambar hingga kurang lebih 1 stop noise reduction2 pada rentang sensitivitas menengah dan tinggi.

Pilihan warna dan tekstur dari dedaunan, kulit manusia, dan lainnya direproduksi secara ideal dan konsisten tanpa bergantung pada sumber cahaya. Render gradasi juga telah disempurnakan agar warna kulit terlihat lebih indah dan highlight roll-off pada gambar. Fitur ini juga meningkatkan kinerja AWB (WB Otomatis) dengan “Visible light + IR Sensor” terbaru membantu mencapai kalibrasi titik yang lebih tepat di bawah pencahayaan buatan, termasuk lampu neon dan LED.

Operabilitas Serbaguna

Performa Fokus Otomatis Lanjutan untuk Penggunaan Fitur Hybrid

Untuk pertama kalinya dalam kamera seri Alpha 7S, Alpha 7S III menawarkan Fast Hybrid AF dengan menggabungkan phase-detection dan contrast-detection AF, memberikannya kemampuan untuk melacak subjek di area yang luas dengan kecepatan, ketepatan dan kelancaran yang luar biasa, bahkan saat digunakan pada kedalaman bidang yang sempit. Hasil fokus yang halus kini dapat dicapai dengan lensa E-mount Sony.

Pada suasana dengan gerak dinamis, fitur pelacakan Real-time dan Real-time Eye AF tersedia untuk mempertahankan fokus konstan pada subjek yang ditargetkan. Real-time Eye AF Sony yang canggih meningkatkan kinerja pendeteksian sebesar 30% dibandingkan sistem1 sebelumnya, berkat mesin pengolah gambar yang baru.

Fitur terbaru ini memastikan deteksi yang akurat dan andal, bahkan ketika subjek memalingkan wajah. Pelacakan Real-time dimulai hanya dengan menyentuh subjek di layar. Secara bersamaan, Real-time Eye AF akan aktif ketika mata subjek terdeteksi.

Pengaturan Fokus Otomatis Fleksibel untuk Mode Perekaman Film
Berdasarkan tanggapan para pengguna, kamera terbaru ini mencakup beberapa fitur AF untuk pengguna profesional, termasuk Kecepatan Transisi AF dalam tujuh pengaturan, membuat transisi rack-focus dengan mudah, dan lima pengaturan Sensitivitas Pergeseran Subjek AF yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan seberapa mudah AF akan beralih atau tetap dengan subjek yang terkunci secara tepat.

Fitur Touch Tracking memungkinkan pengguna untuk tidak hanya memulai Pelacakan Real-time, tetapi juga menciptakan dan merekam saat menggunakan gimbal atau saat memotret sendiri. Sekarang pengguna dapat melakukan Touch Focus pada saat mengaktifkan mode fokus manual pada layar LCD atau secara jarak jauh melalui aplikasi Imaging Edge Mobile.

Struktur Pembuang Panas Baru
Desain Alpha 7S III telah dirombak untuk memastikan pembuangan panas yang lebih efektif dan mencegah pemanasan berlebih – bahkan selama sesi perekaman video terus-menerus dengan fitur 4K 60p 10-bit 4:2:2 selama satu jam atau lebih8. Struktur pembuangan panas unik baru yang telah dikembangkan, menjaga sensor gambar dan suhu mesin pemrosesan gambar dalam rentang operasi normal, mencegah panas berlebih sambil mempertahankan dimensi bodi yang ringkas. Struktur pembuangan panas tidak memerlukan kipas atau ventilasi kabinet yang memungkinkan Alpha 7S III aman dari debu dan kelembaban.

Fungsi Bantu Film
Untuk video on-the-go, Alpha 7S III adalah kamera seri Alpha pertama yang menyertakan Mode Aktif9 dengan stabilisasi gambar optik 5-sumbu dalam bodi untuk mendukung pembuatan film menggunakan genggaman tangan yang sangat sulit.

Fitur ini juga merupakan seri E-mount Alpha pertama yang menyediakan vari-angle bukaan samping pada layar rear, sehingga sempurna untuk bidikan yang dipasang di gimbal, sudut yang rumit, pengoperasian dengan genggaman tangan, dan banyak lagi.

Layar dapat diputar ke samping, ke atas dan ke bawah, serta dilengkapi dengan layar LCD panel sentuh 1,44 juta-dot tipe 3.0, untuk visibilitas yang baik bahkan di bawah lingkungan luar yang cerah.

Selain itu, Alpha 7S III juga menyediakan pilihan Creative Look baru dengan 10 preset yang dapat digunakan, baik untuk pemotretan foto maupun perekaman video, membuatnya lebih mudah untuk menciptakan suasana yang menarik di kamera untuk digunakan apa adanya atau menyesuaikan dengan selera pengguna.

Interface audio digital juga telah ditambahkan ke kamera Multi Interface (MI) Shoe untuk rekaman audio yang lebih jernih dari mikrofon eksternal Sony yang kompatibel. Saat menggunakan XLR-K3M XLR Adaptor Kit milik Sony, kamera Alpha 7S III juga menyediakan kemampuan perekaman audio digital 4-channel 24-bit dalam kamera seri Alpha untuk pertama kalinya. Seperti aksesoris MI Shoe lainnya, tidak ada kabel atau baterai yang diperlukan, sehingga memberikan kebebasan tanpa batas untuk pembuatan film dari sistem Alpha.

Fungsi penopang film tambahan termasuk tampilan layar yang didesain ulang dengan bingkai merah yang tebal dan nampak jelas, sehingga terlihat jelas saat sedang merekam bahkan ketika dipasang pada rig atau gimbal, pengaturan zoom yang dapat disesuaikan, keseimbangan kalibrasi titik yang dapat diatur saat merekam, rotasi layar, perekaman interval, hasil still dari film dan banyak lagi.

Fotografi Gambar Luar Biasa
Alpha 7S III mengusung sistem Hybrid AF cepat dengan titik 759 phase-detection AF yang mencakup 92% sensor gambar. Kamera ini juga dapat mencapai ketepatan AF tinggi untuk fokus akurat dan andal dalam cahaya hingga EV-6, di mana subjek sulit untuk dilihat dengan jelas bahkan dengan mata telanjang. Pengguna dapat melakukan pemotretan terus-menerus, lebih dari 1000 gambar RAW12 yang tidak terkompresi hingga 10fps atau hingga 8fps dalam mode live view, baik secara shutter mekanis atau elektronik.

Alpha 7S III merupakan kamera pertama di dunia12 yang dilengkapi fitur 9,44 juta-dot (kurang lebih), 0,64 tipe Quad-XGA viewfinder elektronik dengan tampilan OLED definisi tinggi dan disempurnakan. Viewfinder Alpha 7S III menawarkan perbesaran viewfinder 0,90x, bidang pandang diagonal 41°, eyepoint setinggi 25mm untuk sudut pandang yang jelas dan distorsi rendah.

Kamera ini juga tahan18 debu, kabut, dan lembab, sangat responsif, serta memiliki mode yang dapat dialihkan untuk berbagai jenis subjek. Setiap aspek dari jendela bidik Alpha 7S III telah dirancang dan disempurnakan untuk alur kerja profesional.

Untuk pertama kalinya dalam deretan kamera digital Sony, Alpha 7S III menyertakan HEIF (Format File Gambar dengan Efisiensi Tinggi) yang memungkinkan gradasi 10-bit yang halus dan teknologi kompresi mutakhir untuk menjaga kualitas gambar sekaligus secara signifikan mengurangi ukuran file dan menghemat ruang penyimpanan. Pemotretan HEIF still dalam mode ini dapat diputar ulang pada TV HDR Sony HDR (HLG) yang kompatibel melalui koneksi HDMI Tipe-A langsung dari Alpha 7S III, memberikan jarak dinamis yang nyata.

Desain Serbaguna Dibuat untuk Para Profesional
CFexpress Tipe A untuk Transfer Data Berkecepatan Tinggi

Selain itu, Alpha 7S III juga merupakan kamera pertama di dunia12 dengan dua slot media yang kompatibel dengan CFexpress Tipe A yang juga mendukung kartu UHS-I dan UHS-II SDXC/SDHC.

Hal ini memungkinkan kecepatan tulis-dan-baca yang tinggi sembari menjaga ukuran bodi kamera agar tetap ringkas. Kartu CFexpress Tipe A idealnya cocok untuk pemotretan gambar RAW still secara terus-menerus dengan kecepatan tinggi, serta perekaman film 4K 120p4 pada bit rate tinggi, memberikan kecepatan menulis generasi selanjutnya yang dapat dengan cepat menghapus buffer pada kamera yang menghasilkan data gambar still dan data film dengan volume tinggi.

Dibandingkan dengan kartu SD, transfer data berkecepatan tinggi ke PC dapat menjadi lebih cepat sebesar 1.7 kali. Slot ganda ini dapat diatur ke mode relay untuk perekaman berkesinambungan bahkan dari data bit rate kecepatan tertinggi, serta perekaman serentak dan diurutkan berdasarkan perekaman jenis format.

Sistem Menu yang Diperbaiki dengan Penyempurnaan Layar Sentuh
Alpha 7S III juga dilengkapi dengan struktur menu yang direvisi untuk navigasi yang lebih mudah dan pengoperasian menu yang responsif akan sentuhan untuk kontrol yang lebih cepat dan lebih intuitif.

Untuk pengguna yang mengambil gambar still ataupun merekam film, pengaturan terpisah sekarang dapat disimpan untuk foto dan pembuatan film untuk transisi cepat antara keduanya.

Keandalan Tinggi Memberi Kreator Kebebasan Baru
Pengguna profesional membutuhkan lebih dari sekadar fitur dan kinerja yang disempurnakan. Mereka juga membutuhkan keandalan dan daya tahan yang diperlukan dari alat profesional apa pun. Alpha 7S III memiliki fitur pegangan yang didesain ulang untuk kenyamanan yang lebih besar dan pegangan yang aman, fitur penghilangan debu yang lebih baik18, ditambah dengan ketahanan terhadap debu dan kelembaban yang memaksimalkan keandalan di lingkungan yang menantang.

Ini termasuk konektor HDMI Tipe-A yang tahan lama dan andal, serta merupakan kamera seri Alpha pertama yang mendukung USB PD (Power Delivery), memungkinkan daya yang lebih tinggi diberikan dari sumber eksternal sehingga pengguna dapat terus merekam untuk periode yang lama dengan minimal drainase baterai internal.

Konektivitas Terdepan untuk Lingkungan Kerja Profesional
Alpha 7S III telah dirancang dan dikonfigurasikan untuk mendukung jurnalis foto dan video serta mengambil konten olahraga yang perlu mengirimkan gambar still atau film secepat mungkin dengan beberapa opsi konektivitas canggih.

Kamera mendukung LAN nirkabel 5GHz/ 2.4GHz (IEEE 802.11ac) dan menawarkan MIMO (multi-input dan multi-output) untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan menggunakan beberapa antena.

Ini menggandakan kecepatan dibandingkan dengan Alpha7R IV. Kamera Ini juga didukung oleh tethering USB baru. Ketika terhubung ke perangkat yang kompatibel dengan 5G (standar teknologi generasi ke-5 untuk jaringan seluler) seperti smartphone “Xperia 1 II” Sony melalui kabel USB, memungkinkan untuk menggunakan jaringan 5G dan transfer file FTP yang cepat dan stabil. Konektivitas USB ke LAN kabel berkecepatan tinggi juga menawarkan transfer FTP yang stabil dan cepat untuk film dan gambar still.

Konektor USB Type-C™ yang mendukung proses transfer data dengan cepat berkat SuperSpeed USB 5Gbps (USB 3.2) yang telah tersedia, memungkinkan transfer data PC Remote (tether) dengan kecepatan tinggi untuk gambar berukuran besar secara mulus. (ril))

 

Komentar

Berita Lainnya