oleh

Kampung Baru Memohon!

-Headline-675 views

“Tolong Jangan Ganggu Kami. Kami Mau Cari Makan. Dan Anak-anak Kami Mau Sekolah. Mohon Pakailah Hati”

Demikian bunyi tulisan di spanduk yang dipasang warga hari ini, Sabtu (16/3),  di depan jalan eks lokalisasi Jl Teratai Putih, Kol H Burlian, Palembang yang hingga kini masih beroperasi.

Memang belakangan ‘Teratai Putih’ – nama lain kampung ini – kerap di razia aparat. Terkait dugaan peredaran Narkoba.

Tak hanya BNNP Sumsel dan Sat Pol PP Kota Palembang yang ikut terjun dalam razia tersebut. Polisi Militer II/4 Palembang dan Polresta Palembang juga ikut terjun.

“Kami ini nak tenang, jangan ado lagi gangguan. Kito jugo butuh makan dek, kalau razia terus wong jadi takut datang, “ cetus salah seorang warga kampung yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, Kampung Baru dari dulu sudah seperti ini. Memang sudah berkembang menjadi diskotik dan cafe, bukan hanya lokasi bagi pekerja seks komersial.

“Kita minta dilegalkan saja. Toh pemerintah juga belum bisa kasih kita makan dari usaha yang lain, “ tegasnya.

Beberapa tahun lalu, Kampung Baru adalah lokalisasi resmi. Punya dua nama yaitu, Teratai Putih atau Kampung Baru yang berlokasi di RT 28 dan RT 29, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami.

Keberadaan kampung esek-esek ini ada sejak 1975-an dan resmi ditutup oleh pemerintah pada 2001 silam. Namun, penutupan itu tak berlaku, pada prakteknya tetap jalan.

Diketahui, surat keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 273/200 DiNKESOS tahun 2001, tentang Penutupan Kawasan Lokalisasi Teratai Putih memang tak bisa dilaksanakan hingga saat ini. Bahkan plang penutupan di depan jalan juga sudah lama hilang.

Transaksi seks di kampung baru ini terus saja berlangsung. Memang dalam perkembangannya kampung ini tumbuh menjadi lokasi diskotik dan karaoke. (jul)

 

Komentar

Berita Lainnya