oleh

Kantongi Identitas Ibu Bayi

-Hukum-832 views
PAGARALAM – Aparat kepolisian terus melakukan menyelidiki kasus pembuangan bayi di Dusun Gunung Agung Pauh, Kelurahan Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara. Hasilnya untuk sementara, korps baju cokelat disebut telah mengantongi identitas yang diduga sebagai ibu bayi-belakangan dinamai Rizki Raga Anugerah.

Informasi yang didapat dari lapangan menyebutkan, aparat kepolisian telah mengorek keterangan dari sejumlah sumber. Berdasarkan keterangan sumber inilah, kepolisian akhirnya mengantongi identitas yang diduga sebagai ibu bayi.

Terduga ibu bayi ini disebut-sebut masih di bawah umur. “Kepolisian belum dapat mengungkapkan detail ibu bayi ini lantaran khawatir si lelakinya kabur,” ujar sumber wartawan.

Ditemui di sela-sela penjemputan bayi Rizki di Dusun Gunung Agung Pauh kemarin, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pagaralam, Bripka Menda belum mau berkomentar panjang lebar. Sampai dengan saat ini ujar Menda, pihaknya belum menetapkan tersangka. “Masih dilidik terus,” ujar Menda seraya bergegas menuju mobilnya.

Sebelumnya, Kapolres Pagaralam, AKBP Trisaksono Puspo Aji SIK MSi menduga, ibu bayi masih di bawah umur. “Kemungkinan masih sekolah,” ujarnya. Karenanya Tri mengimbau kepada ibu bayi ini menyerahkan diri secara baik-baik. Ia menjamin identitas ibu bayi akan dilindungi. “Jangan takut,” katanya memastikan.

Siap Mendampingi

Sementara itu, anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), bidang advokasi menyatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan hukum buat pelaku di bawah umur.

Termasuk bagi pelaku pembuangan anak di Dusun Gunung Agung Pauh. Haidir berujar, pendampingan untuk pelaku di bawah umur sudah menjadi ketentuan yang mesti dipatuhi.

“Tanpa pendampingan hukum, penyidikan terhadap pelaku di bawah umur tidak dapat dilakukan,” katanya saat dihubungi kemarin. Maksud Haidir adalah proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian.

Namun, hingga saat ini, Haidir mengatakan, pihaknya belum mendapatkan permohonan pendampingan untuk pelaku dari pihak kepolisian. Haidir memperkirakan, ini karena pihak kepolisian masih teru mencari pelaku. Ia pun memastikan, pihaknya terus memonitor perkembangan kasus ini. (ald)

Komentar

Berita Lainnya