oleh

Kantor Pengadilan Agama Muara Enim Dibobol Maling

-Hukum-76 views

MUARA ENIM – Kantor Pegadilan Agama (PA) Muara Enim, yang berada di kawasan perkantoran islamic center, dibobol maling.  Selain mengambil uang sebesar Rp3.100.000, tiga unit handphone dan server kamera CCTV.

Pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang juga menyekap dua security bernama Purwanto (47) dan Padri (25). Kedua security itu diikat kedua kaki dan tangan, mata dan mulut dilakban oleh kawanan maling. Selain kedua security kawanan maling tersebut juga menyekap 3 pegawai Pengadilan Agama yang sedang lebur.

Peristiwa itu diketahui, Rabu (6/11) pukul 02.00 WIB dini hari setelah kedua security tengah betugas menjaga malam dan istirahat di ruang pelayanan terpadu. Tiba-tiba pelaku diduga berjumlah 5 orang itu masuk membawa linggis untuk mencongkel jendela dan mengancam kedua security yang tengah berjaga.

“Pelaku langsung masuk dan aku sempat teriak. Mang Pur (Purwanto, red) sempat melakukan perlawanan namun pelaku memukul kepala mang Pur mengunakan linggis. Rombongan pelaku langsung mengancam agar tidak berteriak kalau mau selamat dan langsung mengikat kedua tangan dan kaki serta mata dan mulut ditutup pakai lakban,” ujar Pardi dan Purwanto dihadapan penyidik saat melakukan olah TKP di kantor Pengadilan Agama.

Lanjut Pardi, Purwanto berusaha melepaskan ikatan tangan saya dengan cara meraba. Setelah ikatan lepas, keduanya langsung melarikan diri kerumah warga meminta pertolongan. Selain mereka berdua, ada tiga pegawai yang sedang lembur ikut disekap.

“Waktu disekap kami tidak mengetahui aksi pelaku. Kami berusaha melepaskan ikatan tangan dengan cara meraba dan berhasil. Kemudian lari dan memanjat tembok belakang dan meminta bantuan warga. Tidak lama kemudian Polisi datang. Namun pelaku sudah kabur,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono bersama Kabag Ops serta anggota Reskrim melakukan pengecekan dan olah TKP. “Kami duga memang benar telah terjadi curas. Dimana ada lima karyawan disekap dan satu karyawan bisa melarikan diri dan melaporkan kepada masyarakat sekitar,” ujar Kapolres disela-sela pengecekan olah TKP.

Lanjutnya, dugaan dari saksi-saksi pelaku berjumlah 5 orang menggunakan sebo dan juga menggunakan alat lain seperti linggis untuk membuka berangkas. “Pelaku datang dari belakang dan langsung menuju server dan baru mereka beraksi. Tentunya akan kita dalami, tentunya kerugian tidak terlalu besar uang dalam berangkas tersebut hanya untuk operasional sebesar Rp3.100.000,” jelasnya.

Diwilayah Islamic Center ini, kata dia, mobilitasnya tinggi menjadi sasaran pelaku. “Ini menjadi atensi kami untuk menikatkan patroli malam di daerah Islamic Center,” ujarnya.

Seketaris Pengadilan Agama (PA), Syam Ratulangi SH, menyampaikan kepada awak media dalam kejadian tersebut pelaku langsung melumpuhkan dua orang security  dan ada tiga karyawan lembur karena ada kegiatan ikut dilumpuhkan dengan cara diikat. “Yang dikejar mereka (pelaku, red) adalah berangkas diruang bendahara yang isinya uang Rp2.400.000 untuk operasional sehari-hari dan uang titipan koperasi sebesar Rp700 ribu dengan total Rp3.100.000,” ujarnya.

Selain menyekap dan membobol berangkas. Pelaku juga membobol server CCTV. “Dengan dibawanya server CCTV kita tidak tau kejadiannya dan bagian kaca belakang pecah itu dipecahkan oleh orang kita untuk melarikan diri. Tadi sudah berbicara dengan pak Kapolres insya allah pelaku ditangkap,”jelasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya