oleh

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri Kunjungi OKU Timur

-Headline-150 views

MARTAPURA – Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firli Bahuri Msi mengunjungi OKU Timur. Dan meresmikan aulaa Mapolres dan juga rumah bhabin didesa sukabaru Kecamatan Bunga Mayang OKU Timur.

Tampak Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur hadir dalam kunjungan Kapolda tersebut. Dalam sambutanya dihadapan jajaran anggota Polres OKU Timur, Firli menekankan kepada anggota Polri harus memahami tugas dan kewenangan dan juga fungsinya.

“Harus tahu isi UU Kepolisian Republik Indonesia, “kata Putra asal kelahiran Dusun Lontar Kabupaten OKU tahun 1963. Dirinya juga meminta kepada Kapolres agar tahu berapa APBD OKU Timur. Dan digunakan untuk apa. Apakah ada digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jika tidak ada digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disitulah terjadi gangguan keamanan karena tidak ada kesejahteraan.”terangnya

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya memaparkan situasi kabupaten OKU Timur saat ini semenjak dirinya ditunjuk menjadi Kapolres, dihadapan Kapolda Sumsel Irjen Firli Msi, saat itu kejahatan yang mendominasi adalah  konvensional seperti begal atau gerandong dan kejahatan lainya seperti bongkar rumah dan sebagainya.

“Kejahatan tidak memandang buluh, keluarga Kapolda juga pernah menjadi korban kejahatan,”kata Erlin dihadapan Firli saat tatap muka anggota Polres OKU Timur dengan ketua KPK terpilih tersebut Minggu (15/9) kemarin.

Diterangkan Erlin, sudah ada 18 orang pelaku kejahatan  tewas atau meninggal dunia  semenjak dirinya menjabat Kapolres. Bahwa kejahatan di OKU Timur dijelaskanya harus diberantas sampai habis.

“Biasanya setiap hari, ada saja kejadian, sekarang setiap bulan hasil laporan dari anggota tidak ada lagi,”kata Erlin dengan semangat. Tindak kejahatan di Kabupaten OKU Timur kembali diterangkanya, tidak lepas dari peredaran narkoba maupun tindak kejahatan lainnya .Penurunan angka kejahatan tersebut salah satunya disebabkan karena adanya pembatasan hiburan Orgen Tunggal (OT) yang diperbolehkan hanya sampai pukul 17.00.

“Penurunan angka kejahatan ini juga berkat kerjasama antara Mapolres dengan Pemkab OKU Timur Kodim, Yonarmed, Puslatpur dan seluruh masyarakat yang mendukung penuh pembatasan Orgen Tunggal (OT),” ungkapnya lagi.

Adapun upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan adalah dengan membentuk tim dan memaksimalkannya sehingga tindak kejahatan curas mengalami penurunan dengan tindakan-tindakan persuasif. Selain itu tindakan tegas juga diberikan kepada pelaku kejahatan yang tidak pandang bulu dalam melakukan curas dilakukan.

“Selama menjabat Kapolres pelaku kejahatan yang kerap meresahkan ditindak tegas sebanyak 18 pelaku kejahatan sehingga saat ini tindak kejahatan curas sudah menurun drastis dan tidak terdengar lagi ada korban perampokan,” katanya.(sal)

Komentar

Berita Lainnya