oleh

Kapolresta  Palembang Santuni Korban Tewas Tertimpa Tiang Renovasi Masjid Mapolres

SUMEKS.CO – Akibat salah menempatkan posisi saat dilakukan perobohan tiang sisa renovasi masjid di Mapolresta Palembang, Agus Jumadi alias Gun (47), pengawas lapangan harus meregang nyawa, Rabu (9/10). Warga Kecamatan Kalidoni, Palembang ini tertimpa tiang yang roboh.

’’Iya, tadi pagi kejadiannya sekitar pukul 10.00 – 11.00 WIB. Korban meninggal di tempat kejadian setelah tertimpa tiang bangunan yang hendak dirobohkan tadi. Korban yang meninggal ini sudah dibawa ke RSUD Bari untuk divisum,” ujar Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah dihubungi SUMEKS.CO melalui ponselnya.

Mengenai penyebab kecelakaan, lanjut Kapolresta, saat ini sedang diselidiki oleh petugas yang ada di lapangan. Tetapi dugaan awal karena korban berada di posisi yang bukan seharusnya.

Pasalnya, dari keterangan para saksi yang diperiksa, korban Agus berada di lokasi tiang tersebut roboh. “Korban sudah diberi peringatan oleh rekannya kalau tiang itu akan roboh. Mungkin karena panik, malah lari ke lokasi tiang roboh. Bukan lari ke arah yang berlawanan,” jelasnya.

Sedangkan proyek renovasi masjid tersebut, diakui Kapolresta, merupakan proyek milik Pemkot Palembang dan lokasi pengerjaan berada di Mapolresta Palembang.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menindaklanjuti kasus tersebut. “Pemeriksaan masih terus kami jalani sampai sekarang,” tandasnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan perhatian kepada keluarga korban, diakui Kapolresta, akan dibantu biaya pemakaman, takziah maupun untuk keluarga korban yang ditinggal.

“Tentu kita akan santuni dan berikan bantuan ke keluarga korban. Baik itu uang kerohiman ataupun untuk kebutuhan takziah korban. Semua pasti tidak menginginkan hal ini terjadi dan ini musibah yang tidak bisa kita hindari,” terangnya.

Sementara itu, Tete, saksi mata di lokasi mengatakan, kalau korban sudah diminta oleh mandor agar merobohkan sisa-sisa bangunan. Tetapi, saat hendak dikerek, tiang penyangga itu roboh dan menimpa korban.

“Saat itu dari mandor sudah teriak agar lari karena tiang yang dikeruk tadi roboh. Karena panik tadi, korban malah berlari ke bangunan itu. Korban sendiri mengalami luka di kepala dan kakinya.

Sebelum meninggal, korban sempat minta minum ke pekerja dari Dinas PU Kota Palembang,’’ bebernya.

Terpisah, Johan, keponakan korban mengungkapkan, pihak keluarga ini tidak mengetahui kalau korban telah meninggal dunia di tempat kerja. Karena pihak keluarga mendapat telepon dari rekan korban yang memberitahu bila korban mengalami kecelakaan kerja. “Sekitar pukul 11.00 WIB, kami mendapat telepon dari rekan kerja dari suaminya. Diberitahu korban kecelakaan dan kondisinya kritis,” ungkapnya. (afi/se)

 

Komentar

Berita Lainnya