oleh

Kapten Leo: “Perwira Saja Dibegitukan, Apalagi Orang Biasa”

-Headline-1.373 views

Heboh! video Kapten Infanteri Leo Sianturi beredar di media sosial hingga grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, Kapten Infanteri Leo Sianturi yang masih menggunakan infus menaiki kursi roda.

Kapten Infanteri Leo Sianturi, Komandan Koramil 10 Balimbingan Kodim 02/07 Simalungun, ‘mengamuk’ di depan Kantor BPJS Kota Pematangsiantar.

Kapten Infanteri Leo Sianturi marah karena mendapatkan perlakukan tidak baik dari Rumah Sakit TNI Kota Pematangsiantar.

Dalam video itu, Kapten Infanteri Leo Sianturi juga minta perhatian kepada Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI.

Dalam video tersebut, Kapten Infanteri Leo Sianturi yang masih menggunakan infus menaiki kursi roda.

Ia mengamuk mengungkapkan apa yang diterimanya selama dirawat di RS TNI Kota Pematangsiantar

Merasa Diperlakukan Tak Baik di Rumah Sakit TNI, Kapten Infanteri Leo Sianturi Mengamuk Jumat, 25 Januari 2019 21:02.

“Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit,” ucap Leo histeris.

Setelah dari BPJS, Kapten Leo pindah ke Rumah Sakit Swasta Vita Insani Kota Pematangsiantar.

Di BPJS, ia mengurus berkas perpindahan dari peserta BPJS TNI ke masyarakat biasa.

Kapten Leo menjelaskan ia diusir oleh perawat karena tidak ada keluarga yang menjaga.

Ia mengatakan perawat mengusirnya karena dalam posisi sendiri. Katanya, kalau pasien dirawat tak perlulah ditanya istri dan anak berapa?

Kata perawat itu, “Pak kalau dirawat di sini gak ada yang jaga, gak boleh,”ujarnya di Rumah Sakit Vita Insani, Jumat (25/1/2019).

“Mulanya saya sedang makan kerupuk, ditanya perawat kenapa makan kerupuk pak. Nasi saya di sana gimana saya mengambil. Istri kemana pak, kata perawat itu,” ungkap Kapten Leo.

Akibat mendapatkan pengusiran, Kapten Leo pergi meninggalkan Rumah Sakit TNI Siantar.

Ia pergi menggunakan infus dengan menggunakan angkutan umum. Ia minggat dari Rumah Sakit TNI menuju Rumah Sakit Vita Insani.

“Karena saya marah-marah dan menunjukkan baju dinas tentara saya, mereka minta maaf. Ada satu utusan mereka yang minta maaf sama saya. Saya gak mau,” ujarnya.

Kapten Leo merasa pelayanan di Rumah Sakit TNI tidak memberikan pelayanan baik kepada siapapun.

“Perwira saja digitukan. Apalagi masyarakat biasa, bisa mati. Pelayanan rumah sakit tentara sangat mengecewakan. Padahal itu katanya untuk dilayani. Nyatanya saya masih aktif, ternyata pelayanan tidak bagus,” ujarnya.

Kapten Leo menjelaskan masuk ke Rumah Sakit TNI pada Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 11.30 WIB siang. Ia mulai dioperasi mulai pukul 14.00WIB.

“Kebetulan istri saya sedang persiapan untuk serah terima jabatan Dandim. Makanya, saya sendiri yang ke rumah sakit. Kalau untuk pelayanan kan gak perlu tanya istri dan anak dimana yang penting melayani,”katanya. (int/jpg)

 

Komentar

Berita Lainnya