oleh

Karena Dibalik Kesusahan Selalu ada Kemudahan

MAN Prabumulih Juara 1 Lomba Film Pendek Religi Pelajar dan Santri se-Indonesia

PRABUMULIH – Prestasi membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Prabumulih yang baru saja mendapatkan juara 1 lomba film pendek religi pelajar dan santri se-Indonesia yang diadakan oleh www.tawaf.tv. “Alhamdulillah kita berhasil meraih juara 1,” ujar Kepala MAN Prabumulih, Muslim Arif, Jumat (30/10).

Dijelaskan Muslim, film pendek yang berjudul Sare itu dibuatkan oleh sembilan anak-anak kelas XII MAN Prabumulih. “Mereka semua mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seni, karena covid-19 jadi waktu pembuatannya tak menentu kadang di rumah dan kadang di sekolah,” sebutnya lagi.

Dijelaskan Muslim, film pendek yang diberi judul Sare itu, menceritakan kisah seorang anak dengan kehidupan serba terbatas. Ekonomi terbatas, keluarga dan juga sering sakit-sakitan. “Anak ini mendapat cobaan yang begitu berat dalam hidupnya,” jelasnya.

Tiba pada suatu hari di halte, anak tersebut dipertemukan seorang anak yang meletakkan dompetnya. “Nah disanalah timbul gejolak. Antara mengambil dompetnya atau tidak karena takut dosa dan takut ditangkap polisi,” sebutnya seraya mengaku akhirnya anak itu tetap menjalani hari-harinya dengan bersabar dan berada di jalan yang benar serta tidak mengambil dompet tersebut.

Dari sana, kata dia. Dapat diambil kesimpulan bahwa seberat apapun cobaan dalam hidup pada dasarnya mampu dihadapi karena Allah takkan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya. “Karena dibalik kesusahan selalu ada kemudahan,” sambungnya lagi.

Dalam kesempatan itu pula, Muslim mengaku pada malam penganugerahan pihaknya sudah dihubungi panitia untuk mengadakan nobar (nonton bareng) dan sudah menyiapkan segala persiapan termasuk mengundang Wali Kota, Dinas Pendidikan dan lainnya lantaran pihaknya masuk dalam nominasi. “Namun menjelang magrib kita dihubungi kembali kalau sebaiknya nobar ditiadakan karena takut menimbulkan cluster baru dan akhirnya nobar di rumah masing-masing dan alhamdulillah bisa juara satu,” sebutnya.

Sedangkan untuk juara dua yakni dari SMAN 26 Jakarta dan juara ketiga dan sekolah swasta di Jawa Timur. Total peserta yang ikut mengirimkan karya yakni 96 film pendek dari total 60 kabupaten/kota se-Indonesia. “Kita mengapresiasi anak-anak kita,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya