oleh

Karet Anjlok, Petani Diminta Kreatif

PENDOPO – Petani di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sepertinya harus lebih jeli lagi dalam mengatur keuangan. Pasalnya, di tengah gempuran pandemi virus COVID-19 saat ini, harga getah karet juga terus mengalami penurunan, yang membuat pendapatan petani ikut menurun.

Seperti diutarakan Sri (42), salah satu petani karet asal Talang Kemang, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dia mengatakan bahwa harga getah bulanan saat ini hanya Rp7.295 per kg.

“Bulan lalu harganya Rp8.512 perkilogramnya, tapi bulan ini anjlok pak. Ini tentu mempersulit kondisi kami saat ini. Dimana, harga getah murah tapi kebutuhan pokok tinggi,” kata Sri, Selasa (2/6).

Menurunnya harga getah juga dikeluhkan Dedi (37), petani karet asal Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi. Pada pekan lalu, getah kualitas mingguan dihargai Rp6.000, untuk minggu ini hanya Rp5.400 per kg.

“Kami sangat bergantung pada harga karet, namun dengan menurunnya harga getah, kami kewalahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini kami pasrah dan berharap harga getah di tengah pandemi bisa membaik kembali,” harapnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Erizon menyarankan, agar masyarakat PALI dalam meringankan kesulitan warga ditengah pandemi corona dan murahnya harga getah untuk memanfaatkan lahan perkebunannya ditanami jenis sayur-sayuran.

“Bisa tumpang sari atau manfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai atau sayuran untuk membantu penghasilan. Bibit nantinya kita bantu, tetapi karena terbentur anggaran ketersediaan bibit sayuran terbatas. Tetapi untuk jangka panjang, kami menjajaki penanaman ubi kayu, sorgum, jagung dan serai wangi. Agar ketika masyarakat banyak nanam, sudah ada yang menampung hasil panennya,” tukasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya