oleh

Karet Lesu, Warga Kabupaten ini Lirik Jeruk

RUPIT – Harga komoditas karet melemah, warga Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumsel mengandalkan jeruk untuk dikembangkan selama COVID-19. Warga mengaku sangat terbantu dengan eksistensi jeruk tersebut karena harganya cukup tinggi di pasaran.

Mulyati, warga Desa Terusan, mengaku selama COVID-19 ini mereka dibanjiri pesanan, karena jeruk olahan yang mereka garap sangat kaya dengan vitamin C yang diyatakan bagus untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Ya sekarang banyak pesanan dari daerah lokal dan luar daerah. Sekarang jeruk jadi andalan di wilayah kami daripada perkebunan karet,” kata Mulyati, Kamis (28/5).

Dia mengungkapkan, kondisi komoditas karet saat ini tengah jatuh di pasaran. Karet basah hanya dihargai Rp4.500/kg. Dengan nilai itu, warga menganggap tidak bisa mencukupi kebutuhan selama COVID-19 dengan mengandalkan komoditas tersebut.

“Sekarang banyak yang ikut berkebun jeruk, harga lebih tinggi bisa tembus Rp9.000-Rp10 ribu/kg,” ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya