oleh

Karet Meroket, Warga Antusias Kembali Berkebun

MURATARA – Kenaikan harga karet di tingkat petani lokal di Kabupaten Muratara, memengaruhi antusias masyarakat kembali berkebun. Pasalnya hingga saat ini harga karet di tingkat petani masih bertahan di kisaran Rp8,5 ribu/Kg, dan dianggap cukup menjanjikan bagi masyarakat.

Nardi warga Desa Noman lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara saat dibincangi Kamis (26/11) mengatakan, sekarang banyak masyarakat yang kembali berkebun karet khususnya diwilayah rompok minak. Kondisi itu sangat berbeda dengan kondisi sebelum harga karet alami kenaikan.

“Kalau kemarin banyak warga yang meninggalkan rompok karena harga karet murah, cuma berkisar Rp4,5 ribu/Kg hingga Rp5 ribu/kg. Tapi sekarang mulai banyak yang kembali ke rompok, karena harga karet sudah naik,” katanya.

Dia mengaku rompok yang dulu sempat ditinggal lama oleh masyarakat, kini mulai di bangun kembali. Bahkan di sekitar pangkalan sudah banyak warga yang menjual karet karet ke pengepul. “Kita berharap harga karet ini terus naik lagi, karena penghasilan masyarakat kita khususnya di wilayah Sumsel ini memang banyak perkebunan karet,” bebernya.

Dia mengatakan, dalam tiga hari warga biasanya bisa mengumpulkan karet sekitar satu bak dengan berat 70 Kg karet bersih. “kalau harga sekarang masyarakat masih dapat uang sekitar Rp198 ribu/hari dari hasil menjul getah,” ucapnya.

Terpisah, kepala dinas pertanian dan perikanan Kabupaten Muratara, Suhardiman mengungkapkan. Memang saat ini harga karet tengah alami peningkatan, pihaknya menegaskan kenaikan dan penurunan harga karet sangat dipengaruhi oleh pasar internasional.

“Untuk bicara soal harga karet, kita sangat sulit memprediksi, karena harga aret sangat dipengaruhi harga pasar internasional. Kit terus menyarankan ke seluruh petani agar terus meningkatkan kualitas produksi mereka,” bebernya.

Dia mengaku, untuk harga karet lokal memang sulit bersaing di pasaran karena kulitas dan kadar keringnnya rendah. “Untuk harga karet dengan KK diatas 80 itu harganya tidak pernah dibawah Rp10 ribu/kg. Jadi kita terus sarankan warga agar meningkatkan kualitas karet mereka,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya