oleh

Karet Sumsel Tembus Rp24 Ribu/Kg

MURATARA – Di puncak musim penghujan harga karet di wilayah Sumsel alami kenaikan drastis hingga Rp24 Ribu/Kg. Meski harga karet tinggi, namun untuk harga karet di tingkat petani di Kabupaten Muratara, hanya tembus hingga Rp10-11 Ribu/Kg.

Agung, petani asal Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, saat di hubungi Sabtu (27/2), membenarkan adanya kenaikan harga karet dari Rp9 ribu/ Kg dan saat ini menjadi Rp10-11/Kg.

Dia mengatakan, kenaikan harga itu merupakan trik dari pengusaha karet tingkat besar untuk mengambil karet para petani, mengingat saat ini masih ada dua problema yang dihadapi petani karet. “Satu sisi saat ini produksi karet menurun, karena musim hujan petani jarang menyadap karet dan sekarang karet banyak terserang penyakit gugur daun,” katanya.

Warga memprediksi, harga karet akan kembali alami penurunan disaat jumlah produksi karet mulai alami peningkatan. Otomatis harga yang saat ini tengah alami kenaikan bakal kembali alami penurunan.

“Sekarang ini percuma harga karet naik tapi jumlah produksi petani turun, ini cuma trik untuk serap karet petani,” timpalnya. mengungkapkan, kondisi penyakit gugur daun ini biasanya cukup lama berlangsung, bahkan bisa mencapai 6-9 bulan. “Karena daunnya meranggas tentunya karet yang di sadap berkurang. biasanya kalau 3 hari bisa dapat karet 1 pikul, sekarang bisa sampai satu minggu baru dapat satu pikul,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan perikanan Muratara Suhardiman membenarkan jika harga komoditas karet tengah alami kenaikan yang cukup drastis. Pasalnya harga karet dengan kadar kering 100 persen di hargai sekitar Rp24 ribu/Kg.

“Itu info terbaru dari Gakpindo Sumsel 26 Februari 2021. Untuk karet kadar 100 persen memang tinggi mencapai Rp24.008/Kg. Sedangkan kadar 70 persen Rp16,806 /kg, kadar kering 60 prrsen Rp14.405 /Kg, kadar 50 persen Rp12.004/Kg, kadar 40 persen Rp9.603/Kg,” katanya.

Dia membenarkan untuk saat ini di wilayah Muratara, sejumlah petani karet dihadapi dengan penyakit gugur daun. Pihaknya menyarankan solusi masyarakat agar bisa rutin memberikan tanaman mereka pupuk dan sering sering membersihkan areal perkebunan. Sehingga dampak penyebaran penyakit gugur daun itu setidaknya bisa diminimalisir. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya