oleh

Karhutla, Udara Palembang Panas Terik

PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa kabupaten di Sumsel menyebabkan udara di Palembang panas dan gerah. Dampak dari karhutla tersebut, warna langit kekuning-kuningan dan udara menjadi gerah.

Udara sudah terasa panas pada pukul 10.00 WIB. Cuaca akan semakin panas saat waktu menunjukkan pukul 12.00 ke atas. Sebab, saat itu kebakaran hutan dan lahan terjadi di Sumsel.

Darmadi, salah satu warga mengatakan bahwa udara Palembang tidak bagus bagi kesehatan karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

“Asap sudah menyelimuti udara Palembang dari sore sampai pagi hari,” kata Darmadi, Rabu (11/9).

Dia berharap pemerintah menggerakkan kembali masyarakat dan jajarannya untuk menggelar Salat Istisqa. Hujan yang terjadi dua pekan lalu karena doa-doa Salat Istisqa. “Kita harus Sholat lagi (Istisqa),” ujarnya. (dom)

 

Komentar

Berita Lainnya