oleh

Kartu Tani Belum Jelas

-Sumsel-202 views

MUARA ENIM – Wanaca Kementerian Pertanian RI yang akan memberlakukan E-RDKK (Elektorinik Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok ) atau kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi bagi petani nampak belum jelas.

Soalnya sampai sekarang pemerintah pusat belum memberikan petunjuk teknis rencana pemberlakukan. “Kita belum memberlakukan E-RDKK tersebut, dan di Provinsi Sumsel belum diberlakukan kartu tersebut,” jelas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Petrenakan (TPHP) Muara Enim, H Kani melalui Kasi Pupuk, Yamin, Jumat (23/8).

Menurutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat pemberlakukan kartu tani tersebut.

“E-RDKK itu gunanya untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani. Sampai sekarang kita belum mendapatkan penjelasan secara detil dari Kementerian Pertanian masalah pemberlakukan kartu tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya melalui masing- masing Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah melakukan pendataan kepada setiap kelompok tani yang selama ini mendapatkan pupuk bersubsidi menggunakan RDKK.

Data masing-masing kelompok tani dikirimkan oleh PPL secara online ke Kementerian Pertanian. “Dari data yang dikirim PPL secara online tersebut nantinya diolah oleh Kementerian Pertanian untuk menentukan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, kartu E-RDDK tersebut nantinya akan diterbitkan oleh Kementerian Pertamian sesuai data yang dikirimkan oleh PPL tersebut. Maka, bagi petani yang tidak terdata  nantinya tidak bisa mendapatkan kartu E-RDKK dan tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

Tujuan diberlakukannya kartu E-RDKK tersebut, lanjutnya, guna mengantisifasi terjadinya penyimpangan pupuk bersubsidi.  Untuk itu, bagi  kelompok tani yang ingin mendapatkan kartu E-RDKK guna bisa mendapatkan pupuk bersubsidi supaya segera menemui PPL di desanya masing- masing untuk mendaftarkan diri.

Dijelaskannya, saat ini kebutuhan pupuk bersubsidi petani Muara Enim berdasarkan RDKK yang disampaikan masing-masing kelompok tani untuk jenis Urea, Ponska dan SP36 masing masing sebesar 1900 ton/tahun.

Wacana Kementerian Pertanian yang akan memberlakukan Elektronik Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ternyata banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Pasalnya rencana tersebut kurang tersosialisasi kepada petani.

“Perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada petani agar semua petani mengetahuinya. Saya sendiri saja selaku ketua kelompok tani belum memahami betul program E-RDKK yang kabarnya akan diberlakukan tersebut,” jelas Agus Ketua Kelompok Tani  Desa Tanjung Jati, Jumat (23/8).

Dia mengaku belum memahami sistim yang digunakan jika nantinya kartu tersebut diberlakukan. “Yang pasti petugas PPL  sudah melakukan pendataan kepala kami, tetapi kami sendiri belum memahaminya,” jelasnya. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya