oleh

Kas Hartadi Sebut Kerja Keras Adalah Segalanya

PALEMBANG – Menang tipis dari Persiraja berkat gol tunggal yang dicetak Ahmad Ikhwan, dalam pertandingan di Gelora Jakabaring  Minggu (28/7), menjaga posisi Sriwijaya FC di jajaran puncak klasemen.

Namun, Laskar Wong Kito masih terpaut dua poin dari Persiraja yang jadi pucuk pimpinan di Wilayah Barat Liga 2 musim 2019. Menyisakan tiga pertandingan di paruh pertama, hasil positif tentu bisa diraih.

Selebrasi tim Sriwijaya FC usai Ahmad ikhwan mencetak gol

“Kemenangan ini berkat kerja keras pemain. Saya berharap kedepan mereka terus menunjukkan kerja keras dan semangat untuk tim ini,” kata pelatih Kas Hartadi.

Skuad Jakabaring ditunggu PSMS Medan di laga berikutnya, pada 2 Agustus mendatang. Lalu Blitar United pada 7 Agustus, kemudian menjamu Babel United di laga 14 Agustus, yang jadi penutup putaran pertama.

“Kita harusmenangkan pertandingan agar selisih dengan puncak tidak terlalu jauh. Syukur-syukur bisa berada diatas sekali,” tambah pelatih asal Solo itu.

Gambaran pertandingan Sriwijaya FC kontra Persiraja

Semua tim, sangat ingin menang di setiap laga. Begitupun Sriwijaya FC yang menurut Kas Hartadi masih bertekad kuat untuk kembali ke Liga 1. Sedikit diuntungkan dengan kartu merah yang diterima oleh lawan, pada pertandingan tadu, Kas Hartadi justru menilai timnya harus memanfaatkan setiap peluang.

“Kita memang diunggulkan. Tapi yang terpenting kerja keras pemain. Karena strategi yang saya pakai, akan berguna kalau pemain bekerja keras. Ini pula yang kita butuhkan kedepan,” ungkapnya.

Akan tetapi, ada yang tak biasa dari raut wajah Hendri Susilo, pelatih Persiraja usai pertandingan tersebut. Alih alih terpukul akibat kekalahan itu, ia justru menganggapnya sebagai hal yang biasa.

Begitu juga ketika seorang pemainnya sempat dikartu merah wasit, yang membuat Laskar Wong Kito unggul secara kuantitas. Namun Hendri menyebut hal itu biasa terjadi dalam sepakbola.

Kreasi salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC

“Saya cuma bisa ucapkan selamat untuk Sriwijaya FC. Tidak ada yang perlu dikomentari, ini biasa dalam sepakbola,” ujarnya. Hendri yang pernah membesut Sriwijaya FC mendampingi Benny Dolo beberapa tahun silam justru berdoa, berharap yang terbaik untuk Laskar Wong Kito.

“Sayang kalau tak ke Liga 1, fasilitas (stadion) bagus disini. Pendukung juga ramai. Pokoknya saya doakan yang terbaik,” ujarnya. (aja)

Komentar

Berita Lainnya