oleh

Kasus Bentrok Antar Desa, Pelaku Sembunyi di Pedalaman Hutan Sumbar

SUMEKS.CO-JAMBI- Setelah melakukan pengejaran, tim gabungan Resmob Polda Jambi bersama Tim Opsnal Polres Kerinci berhasil menangkap pelaku penembakan dan pengerusakan lahan kebun kopi yang berakhir ricuh antar desa, antar Desa Muak dan Desa Semerap, Kabupaten Kerinci, dari kericuhan ini merenggut satu orang korban jiwa.

Pelaku penembakan yang merenggut korban jiwa adalah Anajmi alias Anggi alias Ujang (36), dirinya ditangkap di dalam hutan di kawasan Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar, Selasa (22/12) lalu. Terungkapnya dan tertangkapnya pelaku penembakan ini, pengembangan dari penangkapan tersangka Saripudin alias Kendri alias Ujeng (37) sebelumnya.

Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo menerangkan, Polisi masuk ke dalam hutan di kawasan Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar, Selasa (22/12) lalu. Butuh waktu 10 jam untuk tiba di lokasi. “Anggi ini kabur ke dalam hutan. Dia pelaku penembakan pada kericuhan saat itu yang menyebabkan terjadinya korban jiwa,” sebut Kapolda dalam keterangan resminya, Senin (28/12).

Lanjut Kapolda, didalam hutan ini Anggi berada sendirian selama pelariannya, dia sudah membawa bekal dan mendiri pondok didalam hutan selama hampir dua minggu, sebelum dihutan diberpindah pindah. “Penangkapan terhadap tersangka Anggi, berawal dari adanya informasi masyarakat. Namun menuju lokasi tidak mudah, jalan terjal kita lalui,” sebutnya.

Selama pelarian dan persembunyiannya, tersangka Anggi tidak berpindah tempat. Bahkan ia tidak berkomunikasi sama siapa pun. “Di hutan dia sendirian dengan bekal yang telah dibawanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda juga menjelaskan dari tangan tersangka lain yakni, Dion, Polisi mengamankan barang bukti, sebanyak 8 unit senapang laras panjang kaliber 4,5 MM dan 3 senapang kaliber 8 MM.

Saat ini, pihaknya akan mendalami proyektil dari tiap senapang tersebut. Ini untuk membuktikan, apakah proyektil tersebut yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. “Tersangka Dion, dikenakan sanksi Undang-Undang Darurat, karena memiliki peluru di atas kaliber yang diperbolehkan untuk masyarakat. Peluru kaliber 8 MM ini harus ada surat izinnya,” terangnya.

Disisi lain, untuk kasus pengerusakan lahan, Polisi mengamankan Agusli alias Agus Salim alias Desi. Ia diamankan di wilayah Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi. Sedangkan, satu pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia pun mengimbau kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi untuk mempercayakan kepada pihak Kepolisian, apabila suatu waktu terjadi konflik lahan. “Jangan main hakim sendiri dan jangan diselesaikan secara anarkis.  Kita berusaha keras membantu untuk mendapatkan kepastian hukum untuk masyarakat, jangan main hakim sendiri,” pintanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang menyimpan senjata dengan ancaman di atas 15 Tahun. (bel/zen/jambiindependet)

 

Komentar

Berita Lainnya