oleh

Kasus Blasting, Bupati ini Bela Rakyat

LAHAT – Pemerintah Kabupaten Lahat memanggil perusahaan terkait rencana blasting oleh PT BAU. Apalagi sebelumnya ratusan warga desa Ulak Pandan menolak rencana blasting tersebut dan mendatangi perusahaan.
Rencana blasting dilakukan di kawasan Himbe Kemilau wilayah tiga desa yakni. Desa Lebak Budi, Negeri Agung, dan Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat.

Lantaran masih berpolemik, Bupati Lahat Cik Ujang SH langsung memanggil PT BAU dengan menghadirkan pula pemerintahan Desa Lebak Budi, Desa Negeri Agung dan Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat. Rapat mediasi digelar di ruang opproom, Pemkab Lahat, Rabu (22/1).

Cik Ujang SH mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendengar adanya rencana PT BAU untuk melakukan blasting di areal wilayah Bukit Serelo.

“Saya tekankan kepada pihak perusahaan PT BAU, agar kiranya blasting ini dapat disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat setempat,” ujar Cik Ujang.

Lantaran dampak dari blasting tersebut tentu dapat merugikan masyarakat desa. “Pasti ada dampaknya akibat blasting tersebut. Kemungkinan ada kebun warga yang rusak serta rumah warga yang retak. Makanya saya himbau kepada perusahaan, tolong lakukanlah sosialisasi ke warga terlebih dahulu, karena setuju nggak setujunya blasting ini ada pada masyarakat,” ucap Cik Ujang.

Dirinya marah kepada perusahaan, karena dalam pem-blastingan tersebut, dirinya rinya seolah-olah sudah mengeluarkan izin. Padahal dirinya belum mengeluarkan izin tersebut sama sekali.

“Sebelumnya saya sudah tahu mengenai hal ini, makanya saya diam saja, karena itulah, saya minta perusahaan jangan suka menakut-nakuti warga desa. Nanti kalau hal ini terjadi, mungkin pemerintah yang disalahkan, lalu berujung demo,” tegasnya.

Sementara itu, Humas PT BAU, Heru membenarkan bahwa, pihak perusahaan dipanggil langsung oleh Bupati Lahat terkait adanya rencana blasting yang dilakukan oleh perusahaan.

“Hari ini (22/1), perusahaan dipanggil langsung oleh pak Bupati Lahat terkait mediasi kita dengan warga desa dalam hal masalah pemblastingan. Namun intinya, kita tetap melakukan pendekatan lagi kepada masyarakat desa,” tukasnya. (gti)

Komentar

Berita Lainnya