oleh

Kasus Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Kuasa Hukum Terdakwa Eddy Bantah Hal Ini

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel menyebut ada proses lelang dan jasa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya Palembang dalam persidangan.

Juga mengatakan bahwa proses lelang tersebut sudah diatur dengan sedemikian rupa seolah-olah proses lelang itu ada.

Menanggapi hal itu, Hj Nurmalah SH MH sebagai penasihat hukum salah satu terdakwa bernama Eddy Hermanto, membantah hal tersebut. Menurut Nurmalah, kliennya selaku ketua panitia pembangunan Masjid Sriwijaya memang ada proses lelang tersebut.

“Tadi sebagaimana bantahan klien kami proses lelang itu memang ada dan dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen dan pemenang lelangnya,” ujar Nurmalah saat skorsing sidang, Selasa (14/9).

Masih kata Nurmalah, untuk pengumuman pemenang lelang memang tidak mengacu kepada Kepres 54. Dan memang tidak masuk di dalam DIPA bukan uang negara lagi begitu sudah menjadi dana hibah itu sudah milik kekayaan yayasan.

“Nah, kalau mengacu kepada Kepres, SK panitia lelang itu bukan dari ketua panitia pembangunan Masjid, tapi tanda tangannya dari  pejabat pembuat komitmen (PPK) jadi itu yang harus dibedakan, jadi tidak ada itu yang katanya lelang-lelangan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC Peradi Kota Palembang ini juga menjelaskan, dalam perkara ini kerugian bukan dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga audit yang diakui oleh Undang-undang.

“Dalam keterangan saksi Isnaini Madani tadi mengatakan, tidak ikut hadir rapat, namun hal itu langsung disanggah oleh klien kami dengan ditunjukan bukti notulen hadir rapat, bahkan saksi memberikan masukan bahwa retribusinya untuk keagamaan tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Komentar

Berita Lainnya