oleh

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan, Terdakwa Kembalikan Uang Rp 2,4 Miliar Lebih

SUMEKS.CO, INDRALAYA – Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan KTM Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dengan kerugian negara sebesar Rp 2,9 miliar dari total anggaran sebesar Rp 6.958.000.000 bersumber APBN 2017, akhirnya dikembalikan ke negara melalui Kejaksaan Negeri Ogan Ilir (Kejari) OI.

Pengembalian uang kerugian negara dilakukan Kuasa Hukumnya Iswadi Idris SH atas nama Terdakwa Kris selaku kontraktor dalam pengerjaan proyek jembatan KTM Sungai Rambutan, sebesar Rp 2.474.456.272 (Rp 2,4 Miliar).

Acara penyerahan uang kerugian negara yang diduga dikorupsi tersebut berlangsung di ruang Kasi Intel Kejaksaan Selasa (15/6) sore. Diterima langsung oleh Kepala Kejari OI Marthen Tandi SH MH disaksikan Kasi Pidsus  Kejaksaan Hamdan SH, Kasi Intel Kejaksaan Iqram Syahputra SH.

Kepala Kejari OI, Marthen Tandi SH mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar lebih dari Rp 2,9 miliar dari perkara korupsi yang ditangani Kejari OI, dalam bentuk kegiatan pembangunan proyek jembatan KTM Sungai Rambutan-Parit pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tahun 2019 lalu.

“Saat ini proses perkaranya sudah berlangsung di Pengadilan Tipikor Palembang dan memasuki dalam persiapan proses tuntutan,” katanya.

Dikatakan Marthen, dari tiga terdakwa tersebut, salah satu terdakwanya Kris (kontraktornya), menyerahkan uang secara sukarela. “Uang tersebut diserahkan pengacaranya Iswadi Idris,” terangnya.

Penyerahan uang tersebut masih menyisakan, karena kerugian yang dilakukan terdakwa sebesar Rp 2,9 miliar lebih, maka sisanya  masih beban terdakwa tersebut.

“Namun hari ini salah satu upaya  terdakwa melalui pengacaranya untuk dikembalikan, soal kekurangan sisanya merupakan bagian dari pertimbangan hakim nantinya dalam menangani perkara tersebut,” lanjut Marthen.

Komentar

Berita Lainnya