oleh

Kasus Ganja, Hakim PN Jambi Tak Jatuhkan Vonis Mati

SUMEKS.CO-Tiga terdakwa penyelundupan ratusan kilo daun ganja Kering, mendapat keringan. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi, tidak menjatuhkan vonis hukuman mati seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketiga terdakwa yakni, Yusra Nurdin, Subqi dan Rojali, dosebut menguasai 231,409 Kg ganja siap edar.
Sidang putusan terhadap tiga warga Aceh itu dilakukan di empat tempat berbeda dengan video conference.

Pihak penasehat hukum dan penuntut umum berada di kantor masing-masing. Sementara majelis hakim memimpin sidang dari ruang sidang di PN Jambi, kemarin. Sementara ketiga terdakwa menjalani persidangan dari dalam Lapas Klas IIA Jambi.

Dalam amar putusan majelis hakim Victor Togi selaku hakim ketua dan dua hakim anggota Annisa Bridgestriana dan Oktafiatri Kusumaningsih, masing-masing mereka dijatuhi hukuman 17 tahun penjara.

Selain pidana kurungan badan, ketiga terdakwa dibebankan membayar denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan. Perbuatan para terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah, perbuatan terdakwa merusak masyarakat Indonesia.

Sementara yang meringankan, terdakwa berterus terangan, berjanji tidak mengulangi lagi, belum pernah dihukum, dan belum sempat menikmati hasil kejahatnnya.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama 17 tahun denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan,” kata Victor Togi, membacakan amar putusan dalam sidang yang digelar secara online, kemarin (2/4).
Setelah membacakan putusan, JPU Kejati Jambi, Noraida Silalahi dan Zuhdi, mengatakan pihaknya masih pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. “Kita masih pikir-pikir,” kata Zuhdi.

Begitu pula dengan terdakwa, Penasehat Hukum ketiga terdakwa, Rita Anggraini, masih pikir-pikir untuk tujuh hari ke depan. Dia mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan para terdakwa terkait putusan majelis hakin tersebut.

Pihaknya akan melihat perkembangan ke depan apakah akan melakukan upaya hukum banding atau tidak. “Di satu sisi kami juga bersyukur putusan bukanlah hukuman mati seperti tuntutan penuntut umum. Dengan dijatuhinya hukuman penjara bagi ketiga terdakwa saya berharap ini bisa memberikan waktu kepada terdakwa untuk berubah untuk menjadi lebih baik,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 20 Februari lalu jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jambi menuntut tiga kurir 231 kilogram ganja dengan pidana mati. Tuntutan ini dibacakan Noraida Silalahi, Kamis (20/2). Dalam tuntutannya, jaksa berpendapat kalau perbuatan yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya sudah dilakukan beberapa kali.

JPU meminta agar majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi satu kilogram.

Tiga terdakwa ini ditangkap di jalan Lintas Timur KM 155 Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 12 Agustus oleh aparat kepolisian Polda Jambi. Tiga orang terdakwa ini beriringan dengan mengendarai dua unit mobil.

Setelah digeledah ditemukan tiga karung besar dan empat kardus barang bukti. Setelah diperiksa oleh BPOM dan ditimbang, barang tersebut adalah Narkotika jenis ganja dengam berat mencapai 231,409 kilogram. Barang itu mereka ambil dari seseorang di kawasan Salimun Banda Aceh. (ira/zen/jambiindependent)

Komentar

Berita Lainnya