oleh

Kasus Heboh Jelang Tutup Tahun, Ada Pembelaan? Pengacara Gisel Masih Bungkam!

SUMEKS.CO – Pengacara Sandy Arifin termasuk orang yang paling diburu awak media sejak Gisella Anastasia ditetapkan sebagai tersangka kasus video porno oleh penyidik Polda Metro Jaya. Namun sayangnya hingga hari ini Kamis (31/12), Sandy masih bungkam.

Padahal, sebagai pengacara Gisel, Sandy seharusnya dapat melakukan pembelaan terhadap Gisel di tengah proses pembentukan opini di masyarakat. Namun, ia urung melakukan pembelaan apapun terhadap kliennya.

Kendati demikian, advokat Henry Indraguna mengatakan bahwa bungkamnya Sandy Arifin harus dihormati. Karena setiap pengacara, katanya, memiliki gaya berbeda-beda. Ada pengacara yang memilih bekerja di jalan sunyi sambil mempersiapkan bukti dan argumentasi hukum untuk membela kliennya di pengadilan.

“Setiap pengacara punya style berbeda-beda. Ada yang bisa ngomong secara lugas di media, tapi ada juga yang memilih mengumpulkan bukti dan bertarung di pengadilan. Kalau saya pribadi merasa perlu bicara buat meluruskan. Karena ini kan proses pembentukan opini dan dampaknya bisa panjang,bisa seumur hidup,” kata Henry Indraguna kepada JawaPos.com.

Terkait kasus yang dialami Gisella Anastasia, dia mengaku Gisel bisa lolos dari jerat hukum di pengadilan apabila pengacaranya all out melakukan pembelaan. Henry lantas menyoroti Pasal 4 yang disangkakan kepada Gisel.

Dalam pasal tersebut, kata Henry, seseorang bisa dikenakan sanksi pidana apabila memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, mengimpor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan konten asusila. Diantara beberapa hal di atas, Gisel baru masuk sebagai pembuat.

“Kalau memproduksi itu ada unsur komersil di situ. GA bisa masuk karena membuat. Tapi perlu dilihat lagi penjelasan yang dimaksud membuat itu tidak termasuk untuk kepentingan diri sendiri. Pertanyaannya, Gisel membuat video itu untuk kepentingan sendiri atau tidak ?” kata Henry.

Lebih lanjut ia mengatakan, Gisel bisa saja dimintai pertanggungjawabawan atas video itu jika terdapat unsur kelalaian yang mengakibatkan video konten asusila diakses orang dan kemudian diunggah ke publik.

“Berdasarkan pemberitaan media kan HP-nya hilang. Kalau HP hilang dan di dalamnya ada video itu, GA tidak dapat dimintai pertanggungjawaban apabila HP-nya dipasword dan dibuka paksa secara tidak halal oleh orang lain. Tapi kalau HP tidak dipasword karena keteledoran dia sehingga dapat diakses,” ungkapnya.

Henry juga menyoroti soal video konten asusila yang kabarnya sempat dikirimkan Gisel kepada lawan mainnya, Michael Yukinobu de Fretes. Dia mengatakan mengirimkan video kepada pasangan atau orang lain untuk kepentingan pribadi tidak bisa disebut menyebarkan atau terjadi kelalaian.

“Itu kan pribadi. Kecuali konten tersebut di-posting di Instagram sehingga bisa diakses orang, di Facebook atau media sosial lain. Pasal 4 ini bisa lepas, kalau menurut saya lho, karena kepentingan pribadi,” katanya. (Abdul Rahman/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya