oleh

Kasus Novel? Polri: Kita Tidak Terlambat

-Nasional-1.320 views
JAKARTA—Langkah Polri membentuk tim gabungan penyidikan kasus Novel, perlu diawasi. Mengingat lebih dari 600 hari kasus Novel belum juga terungkap.

Dalam rekomendasi Komnas HAM juga meminta Presiden Jokowi untuk mengawasi tim gabungan tersebut.

Komnas HAM juga mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum juga memperlakukan kasus Novel sebagai obstruction of justice (OJ).

Padahal, kasus penyiraman air keras terhadap Novel itu diduga kuat merupakan serangan atas kinerja Novel memberantas korupsi.

Sesuai surat perintah Kapolri nomor Sgas/3/i/huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2018, Polri membantuk tim gabungan dan penyidikan tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dengan korban bernama Novel Baswedan.

Dalam surat perintah itu terdapat 45 anggota yang terdiri dari penyidik polisi, KPK, Komnas HAM dan tokoh masyarakat.

Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal menuturkan bahwa surat perintah pembentukan satgas kasus Novel itu merupakan tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM. Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari polisi, KPK dan tokoh masyarakat.

”Ada juga ahli DNA dan pihak lain,” tuturnya.

Satgas gabungan tersebut dibentuk tidak lebih dari 30 hari. Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM.

”Yang jelas kita tidak terlambat, semoga kasus tersebut bisa selesai dengan cepat,” papar jenderal asal Palembang itu. (idr/air/ce2)

Komentar

Berita Lainnya